Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2009

Gerhana Matahari-Solar Eclipse 22 Juli 2009


menyadari bentuk gerhana lama bener, hehe

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari.

Hari ini, Rabu 22 juli 2009, kita dari nagoya dapat mengamati gerhana Matahari sekitar jam 10-11 pagi. Pagi ini, orang-orang di kampus berkerumun untuk mengamati fenomena langka ini, Alhamdulillah aku juga berkesempatan turut berpartisipiasi melihat gerhana matahari. Pengamatan dilakukan menggunakan beberapa cara.

Cara teraman, menggunakan teropong. Agak susah, tapi kemudian terlihat di lubang kecil itu di tengah gelap ada bentuk seperti bulan sabit, katanya itulah bagian matahari yang sedang tertutup oleh bulan. Ada juga yang merakit alat dari karton dll untuk melihat, tapi aku ngga ngerti cara liatnya hehe.. kemudian terlihat di kejauhan ada yang melihat dengan menggunakan alat seperti helm. ada juga yang menggunakan kertas filter, ada yang menggunakan kacamata hitam, dan karena berawan, banyak yang akhirnya melihat secara langsung *termasuk aku!* jangan diikuti dehh!! karena sehabis itu yang ada sakit mata.. Konon jika cerah, melihat gerhana matahari dengan mata telanjang dilarang karena dapat mengakibatkan kerusakan pada retina mata.

Ada juga yang berhasil menangkap gerhana ini dengan kamera, dan juga dicoba mengambil bayangan dari teropong, bisa terlihat cahaya matahari berbentuk bulan sabit karena tertutup bulan.

Inilah sedkita foto rekaman observasi hari ini. sayangnya ga bawa kamera, jadi semua dari foto HP.
foto yang bagus courtesy of Yamazaki-San (Terimakasih!)

Selasa, 28 April 2009

Kompas, 28 Apr 2009: Ledakan Bintang Berbentuk Kalung Mutiara



SELASA, 28 APRIL 2009 | 13:39 WIB

KOMPAS.com — Kamera teleskop ruang angkasa Hubble merekam sebuah supernova atau ledakan bintang yang dikelilingi rangkaian bulatan putih seperti kalung mutiara yang berkilauan. lebih indah lagi karena di kanan kirinya diapit dua bintang terang yang memencar seperti permata.

Supernova yang diberi nama 1987A tersebut sudah diketahui sejak dua dekade lalu. Namun, bentuknya yang unik tersebut baru terungkap setelah dipotret Hubble pada Desember 2006 lalu.

Di bagian dalam lingkaran berwarna merah muda mungkin materi yang tertinggal saat ledakan dahsyat terjadi. Sementara bagian yang menyala terang di sekelilingnya merupakan lapisan terluar materi yang dipancarkan bintang saat memasuki masa-masa sekarat. 

Saat bintang kehabisan energi, terjadi ledakan raksasa dan menghasilkan gelombang kejut yang memanaskan bagian terluar materi tersebut. Hal inilah yang membuat lingkaran terluar menyala terang. Uniknya, bagian terluar yang berpendar membentuk bulatan-bulatan mirip mutiara.

Gambar: Gambar supernova 1987A yang direkam Hubble mirip kalung mutiara.

Pure copy paste dari http://sains.kompas.com/

Minggu, 22 Februari 2009

Comet Lulin

Bagi pencinta astronomi atau yang seneng mengamati langit

menurut kompas hari ini dari menurut berita dari NASA
minggu ini adalah minggu terdekat lintasan komet Lulin,
dan dapat diamati dengan mata telanjang.

---------------------------------------------------------

Kompas, 23 Februari 2009. WASHINGTON, SENIN - Langit malam awal pekan ini akan diramaikan dengan kunjungan Komet Lulin untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pengamatan astronomi ke pusat tata surya. Komet tersebut akan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dan ada kemungkinan dapat diamati dengan mata telanjang.

Nama Lulin diambil dari nama observatorium yang pertama kali dipakai untuk mengamatinya. Komet Lulin yang juga disebut C/2007 N3 direkam pertama kali oleh astronom Taiwan Lin Chi-Seng pada 11 Juli 2007 dari Observatorium Lulin di Nantou, Taiwan. Awalnya dikira asteroid, namun diidentifikasi sebagai komet baru oleh Ye Quanzhi, mahasiswa Universitas Sun Yat-sen China dari tiga foto yang direkam Lin.

"Tidak seperti komet-komet lainnya yang pernah terlihat dari Bumi, yang satu ini belum pernah berada pada jarak sedekat ini dengan Matahari sebelumnya," ujar Donald Yeomans, manajer program Objek Dekat (NEO) Bumi NASA. Sekali melenting di Matahari, kecepatannya akan bertambah dan segera meninggalkan pusat orbit parabolanya ke tepian tata surya.

Lulin telah mengelilingi Matahari di jarak orbit terdekat pada 10 Januari 2009 lalu dan sejak saat itu terlihat makin terang dari Bumi. Komet tersebut akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi sejauh 61 juta kilometer pada Selasa (24/2).

Saat mendekati pusat tata surya, panas Matahari telah memanaskan permukannya yang terdiri dari campuran debu, gas, dan es. Hasil pengamatan NASA menunjukkan, komet tersebut melepaskan uap air ke ruang angkasa yang setara dengan air sebanyak satu kolam renang bersatndar Olimpiade setiap 15 menit.

Hijau dan terbalik

Cahaya hijau yang dipancarkannya merupakan daya tarik komet Lulin. Warna tersebut berasal dari gas yang menyelimuti atmosfernya. Gas yang memancar dari inti komanya mengandung cyanogen (CN), jenis gas beracun yang banyak terkandung dalam komet, dan diatom karbon (C2). Keduanya menyala hijau saat terpapar cahaya Matahari di ruang hampa.

Selain itu, Komet Lulin seolah-seolah memiliki dua ekor. Jika dilihat dari Bumi, selain ekor utama (tail) yang mengarah menjauhi Matahari juga terdapat ekor di depan mengarah ke Matahari yang disebut antitail. Hal tersebut akibat ilusi optik yang terjadi saat Bumi pengamatan sejajar dengan garis orbitnya.

Ia juga akan tampak bergerak cepat dan berpindah dari posisinya terhadap bintang-bintang yang ada di latar belakangnya. Hal ini karena arah gerak komet yang berkebalikan dengan arah gerak Bumi di tata surya.

"Jika planet-planet dan objek lain di tata surya mengelilingi Matahari berlawanan arah jarum jam, Lulin mengelilingi searah jarum jam," ujar astronom NASA Stephen Edberg.

Karena memiliki lintasan orbit parabola yang sangat besar, Komet Lulin mungkin jarang sekali mendekat Matahari. Kandungan gas murni yang terbentuk sejak komet itu lahir di awal pembentukan tata surya diperkirakan masih sangat banyak. Pengamatan terhadap gas yang dipancarkan selama "mengunjungi" Matahari akan membantu para ilmuwan menungkap rahasia kelahiran tata surya.

Keunikan Lulin telah menarik perhatian astronom di seluruh penjuru dunia. Jadi, tertarik menyaksikan momen langka yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup?

------------------------------------------------
More on this:
http://spaceweather.com/comets/gallery_lulin_page3.htm
foto dari: http://www.telegraph.co.uk/scienceandtechnology/science/space/4782335/Chance-to-see-Comet-Lulin.html

------------------------------------------------

Mudah-mudahan kebagian nih liat fenomena langka ini,
tapi caranya gimana ya?
apa ada trik khusus, jam atau lokasi ideal tertentu?