Tampilkan postingan dengan label naturaldisaster. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label naturaldisaster. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Mei 2010

Today`s news..

End of March, Beginning of June 2010. Starting opening news in the morning is probably not always good start. All shocking news:

Starting from attack by the Israel, and it`s getting more horrible coz they attack aid delivery to Gaza. Ya Allah.. semoga Allah membukakan jalan perdamaian di dunia, terutama di jalur Gaza. Semoga Hidayah Allah bisa mencapai seluruh hamba-hamba Allah di muka bumi tanpa terkecuali.. semoga mata dan hati semua orang menjadi terbuka.. sarat dengan perdamaian dan keindahan..amiiiinnnnn.....
(news: http://edition.cnn.com/2010/WORLD/meast/05/31/gaza.flotilla.israeli.raid/index.html)
(kompas)

Storm in Guatemala- Central America

Hurricane, atau angin topan sudah menjadi langganan di daerah America namun yang tahun ini benar-benar dasyhat.
Yang pertama eye catching untukku adalah foto udara terbentuknya semacam crater, seperti hantaman meteor. In this link here we can see  aerial view of a crater that opened up after Agatha hit.
http://edition.cnn.com/2010/WORLD/americas/05/31/honduras.storm.emergency/index.html?hpt=C1

Menurut wikipedia.
Tropical Storm Agatha bulan Mei 2010 ini was a weak, but catastrophic tropical cyclone that brought widespread floods to much of Central America and was the deadliest tropical cyclone in the eastern Pacific since Hurricane Pauline in 1997. The first storm of the 2010 Pacific hurricane season, Agatha originated from the Intertropical Convergence Zone, which is a region of thunderstorms across the tropics. It developed into a tropical depression on May 29, and dissipated on May 30, reaching top winds of 45 mph (75 km/h) and a lowest pressure of 1000 mbar (hPa; 29.53 inHg). It made landfall near the Guatemala-Mexico border on the evening of May 29. Agatha produced torrential rain all across Central America, which resulted in the death of one person in Nicaragua. In Guatemala, 118 people were killed and 53 left missing by landslides. 13 deaths also occurred in El Salvador. It soon dissipated over Guatemala.
 
Lengkapnya klik di wikipedia di atas.

Mudah-mudahan yang selamat segera pulih, baik fisik maupun mentalnya. bisa segera recovery kebutuhan dan kehidupan sehari-harinya.

Last shocking news iss.. the smoking toddler in Indonesia.
Pertama kali baca beritanya beberapa minggu lalu, kasus di Malang. dan cara penyelesaian pemerintah juga kayanya kurang pas deh,, langsung terbayangnya, wah jangan2 bisa disalahgunakan sama rakyat "miskin" lainnya. Eh, ternyata keliatannya pasca berita itu, ada gelatan begitu, cuman ga buka beritanya lagi, baca nya aja udah merinding. EH, dari milis Fahima, baca berita serupa masuk di New York times, kasus bocah 2 tahun bernama Aldi,  di sebuah pulau di luar Jawa. And it also appear in CNN, becoming one the headline. His 2 years old, mean same age with my son! Oh My God! This is horrible, they event put the video here
*denger2 emang sempet masuk youtube sih*
dan yang mengerikan BANGET itu karena ortunya juga ga ngerti resiko dari merokok!!! haduhhh kacaunya..
Kayanya ingin teriaaakkk dari duluuu itu, STOP SMOKING!!!!!
tapi sepertinya smoking has become normal part of daily life. Coba aja, di area mana sih yang ga tercium bau rokok. Kayanya orang udah bener2 maklum dengan orang-orang yang merokok di sekitarnya, ya dibiarkan aja gitu. Ga tau kl perokok pasif juga beresiko. Ya masa kita yang ga merokok "pengertian" sama orang yang merokok sembarangan dimana-mana, MESTINYA, KITA JUGA YANGA GA MEROKOK  MINTA PENGERTIANG DENGAN ORANG YANG MEROKOK UNTUK TIDAK MEROKOK DI SEMBARANG TEMPAT. At Least this is what I do -sometimes- di angkot, aku sering minta orang untuk tidak menyalakan rokoknya. Waktu ada acara di rumah atau siapapun, kalau asap rokok masuk ke dalam rumah, aku minta dimatikan. Kl asap rokok di luar terbang ke atas dan tidak terisap anak2 sih masih gpp.

Yang sempat mengkhawatirkan itu memang jumalh yang kian bertambah dan iklan2nya itu lohhh.. dan ternyata bener aja kan! yang meroko semakin muda, ternyata oh ternyata kasus nyata hingga bayi >.< dan di youtube, yang ngerekam si anak 2 tahun ini meroko sambil ketawa ketawa coba!!! betapa mengerikannyaaaa!!!!!!

Kenapa sih, pemerintah atau pengambil kebijakan, atau orang2 pabrik rokok, atau penjual rokok, pada ga bisa berpikir rasional. Pastinya uangnya besar, tapi kerugiannya ga bisa diganti secara materil manapun!!!!!

Dan orang-orang kayanya kebanyakan udah tutup telinga aja soal bahaya merokok. It`s really, really awful!

For this, aku bersyukur banget lahir di keluarga yang ga merokok, nikah dengan suami yang tidak merokok, dan dikelilingin sanak saudara dan sahabat2 yang pengertian soal ini.

Well I wont deny some past time. but I really realise, It`s not good!

Semoga masyarakat kita bisa memahami hal ini di masa depan, terpenting sih dimulai dari orang2 atas yang masang iklan rokok, yang merokok, yang punya pabrik rokok, yang jual rokok.. ya kl fasilitasnya tersedia dimana-mana, tentunya yang beli juga banyak. Well berlaku dua arah ya. Jadi mana dulu yang harus disadari????
 


Rabu, 03 Maret 2010

korban gempa

dalam 1,5 bulan terakhir, terjadi 2 gempa besar yang menelan korban ratusan jiwa. Gempa Haiti terjadi pada tanggal 12 januari 2010 dengan magnitude 7, menelan korban hingga 200.000, hampir sebanyak korban gempa mahadashyat Aceh pada 2004 dengan magnitude 9.2. Sabtu kemarin, sabtu tanggal 27 februari, terjadi gempa di chili sebesar magintude 8.8, menean korban 800 orang. Beda sekali bukan jumlahnya?Sore ini baca sebuah ulasan,

Why Haiti's quake toll higher than Chile's

(ulasan lengkap klik di judulnya)

Point utama yang menarik untukku adalah poverty.
In any case, prediction is not the real problem: poverty is.

Yang menariknya adalah kata sang penulis bukan hanya mendefinisikan poverty sebagai lack of money, tapi terutama lack of knowledge.

Poverty means that little or no evaluation is made of seismic risk in constructing buildings and no zoning takes place. It means that building codes are not written, and even if they do exist they are difficult, or impossible, to enforce. It means the choice between building robustly or building cheaply is not a choice at all.

Nevertheless, those countries most at risk of seismic tragedy are not simply those on tectonic plate boundaries, but also those with the least money to spend on protecting themselves.

Just like Indonesia.
Hidup berdampingan dengan bencana bukannya dibudidayakan lewat pendidikan, latihan, dan persiapan, tapi kadang terkesan `cuek`. `untung` ada gempa besar aceh 2004, yang cukup menjadi titik tolak pengembangan edukasi seputar hal ini.,.
selain gempa masih ada banyak bencana-bencana lainnya,, yang perlu mendapat perhatian serius:
- banjir, yang sudah langganan setiap tahunnya
- longsor yang mengintai
- bahaya sampah yang tidak terusur (untung ada pemulung)
dan masih banyakkkk lagi!

rasanya yg cukup berbudaya baru soal gunung api saja,,

dan tantangan besar kita lainnya, ada pendayagunaan yang harus low cost!
kalau semua orang peduli, pasti kita akan lebih cepat dapat membuat sistem mitigasi yang baik, low cost pula, dan di masa depan bisa menjadi sample bagi dunia.. amin..

Rabu, 25 Februari 2009

Kunjungan ke Disaster Prevention Center bersama SD-Bhinneka

Hari Sabtu, 21 Februari 2009, SD-Bhinneka melakukan studi tour ke Disaster Prevention Center di Minato Kuyakusho. Saya ikut bersama anak-anak, menyusul di station Yagoto. Ibu Kepala Sekolah, Mba Soes, Pa Roni, Fira, Rila, Rizky, Jun, dan Kannes chan berangkat dari kampus menggunakan Meijo Line. Judulnya sih mewakili guru kelas Flores, tapi jadinya ngurus 2 malaikta kecilku heheh,, dan anak-anak sih udah pada ngacir sendiri, yang perempuan asik ngobrol, yang laki-laki asik main game. Ganti kereta di Kanayama, jurusan Nagoya-Ko, dan turun di Station Minato Kuyakusho, langsung disambut koen besar nan menyenangkan! Kontan anak-anak langsung pada asik bermain. Sedangkan Akira kecilku yang sudah lapar makan duluan di koen, hehe.. sehabis makan, gabung bermain.

Menjelang jam 11, kami beranjak dari koen menuju Gedung Disaster Prevention Center, sekitar 5-10 menit jalan kaki. Tempat ini bener-bener menarik untuk belajar bencana. Selain ada pengarahan, ada foto-foto, juga ada simulasi gempa, film 3D typhoon serta simulasi kebakaran. Atraksi menarik lainnya -terutama untuk anak-anak- ada mobil pemadam kebakaran mini lengkap dengan baju peraga untuk foto, serta ada helikopter.

Acara pertama, kami mengikuti simulasi gempa. Di sebuah ruangan kirkira 2.5x3 meter (?sok tau) yang didesain seperti dapur, ada meja, rak, tempat cuci piring, gas, kompor dan listrik. Kekuatan gempa disimulasikan seukuran gempa Tokai, yang diperkirakan dapat melanda wilayah Nagoya dalam rentang 30 tahun ini. Cukup menegangkan goncangannya, untungnya, meja-nya di-fix ke lantai, juga barang-barang lainnya, Yang  langsung terpikir oleh saya, `wah, barang-barang di rumah kalo gempa kaya gini akan langsung berjatuhan dan menimpa anak-anak` ya memang korban dari gempa kebanyakan dan barang-barang yang berjatuhan, kemudian bisa disusul dengan gas bocor atau kebakaran.

Maka dari itu, sehabis goncangan gempa, katanya yang harus segera dilakukan adalah:
1. Menutup saluran gas (ke kompor, dan lainnya jika ada)
2. Mematikan listrik
3. Membuka pintu
(kayanya ada yang kurang, apa ya)

Setelah simulasi gempa, kami menuju lantai 2, diberikan pengarahan mengenai gempa, typhoon dan lain2. nah, karena dalam bahasa jepang, jadi ngga terlalu ngerti heheh,,
Setelah pengarahan ini, kami menonton film 3D simulasi typhoon, menggunakan kacamata hitam khusus 3D. Ceritanya kami di rumah, lengkap desain ruangan ala jepang, beralaskan tatami, kemudian kami menghadap jendela besar, ala jepang (kl suka nonton doraemon, seperti ruang keluarga di rumahnya Nobita). Dan jendela itu kretek-kretek terkena angin, semakin lama anginnya semakin kencang, menerbangkan pintu jendela, lalu jendela pecah, dan pecahannya berasa terbang ke arah kami! dan benda-benda pun beterbangan, dan air mulai datang,, dan banjirrrrr!!! (setting lokasi dekat pesisir) wahhh ngeri deh, *tapi yang terlintas saat air datang itu, event tsunami di Aceh... merinding deh

Jadi bermimpi, di Indonesia sudah ada belum ya pengenalan bencana seperti ini,,, Kl belum ada, pengen bikin dehhh,, ayo  ayoo,, siapa yang mau ikutan bikin dan bantu dana, hehe...

Ruangan berikutnya, adalah simulasi jika terjadi kebakaran. Tapi ngga berasa kebakaran. Intinya, ruangan jadi gelappppp super gelap, mungkin karena listrik jadi mati, dan kita harus mencari jalan keluar tanpa panik. Untung rombongan ber-5, jadi ngga terlalu takut hehe..

Begitu deh ceritanya.

Foto-foto sementara dari album Pa Roni dulu ya, hehe
http://roniwaejp.multiply.com/photos/album/16/16#