Tampilkan postingan dengan label ramadhandijepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhandijepang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2011

Catatan H15: [Tabligh Akbar Ramadan] Rumah Tangga Bahagia

Ini isi ceramah dari Tabligh Akbar Ramadan yang diadakan kemarin, Minggu 14 Agustus 2011, dicopas dari catatan Kang Sunu.

Manajemen Rumah Tangga Bahagia
Dr. Abas Mansur Tamam
 
Inti dari kajian kali ini ada 3 :
1. Nilai keluarga di hadapan Allah
2. Arsitektur Rumah Tangga sakinah
3. Ibadah bersama pangkal kebahagiaan keluarga
 
Bagimana kita bisa mengukur nilai keluarga di hadapan Allah?
 
[1] Perlu diingat bahwa Allah memulai kehidupan manusia modern dengan satu keluarga: Adam dan Hawa. Manusia modern perlu digaris bawahi untuk mengantisipasi aosisasi dengan meganthropus, pithecantropus dan jenis-jenis manusia prasejarah lainnya.
 
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu" (An-Nisa: 1).
 
[2] Rahim, tempat perkembangan pertama manusia menjadi janin hingga bayi, memperoleh komitmen dari Allah dengan janji-Nya.
 
Detik-detik pertama penciptaan, Allah menggantungkan rahim di Arasy Allah Swt. Kata rahim: Tuhanku, ini adalah tempat yang terhormat (maqom) bagi orang yang kembali kepada Engkau setelah memutuskan silaturahmi. Kata Allah: apakah engkau rela kalau Aku dekat dengan orang yang menyambungkan silaturahmi, dan jauh dari orang yang memutuskan silaturahmi? Kata rahim: aku rido. Kata Allah: untuk engkau akan Aku lakukan. (HR Bukhari) 
 
[3] Di Surga kelak, orang yang paling tinggi kedudukannya akan mengangkat anggota keluarganya, tanpa dikurangi pahalanya. 
 
"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya" (At-Thur: 21).
 
[4] Allah menyebut keluarga sebagai ikatan yang kokoh (mitsaqon golidozon).
 
Dalam Al-Quran istilah mitsaqon golidzon hanya dipakai untuk 3 hal: (1). Perjanjian Allah dengan para nabi, (2). Perjanjian Allah dengan Bani Israel, (3). Pernikahan. 
 
"Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali (mahar), padahal sebagian kamu telah bergaul sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat" (An-Nisa: 21).
 
[5]  Allah mengangkat ibadah haji dari kehidupan keluarga. 
* Sa'i antara Shofa dan Marwa
* Air zamzam
* Lempar jumrah
* Berkurban
 
Selanjutnya, bagaimanakah struktur keluarga sakinah itu?
1. Fondasinya adalah ketaqwaan suami dan isteri. 
    "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (At-Tahrim: 6).
 
2. Pilarnya adalah kepemimpinan (qowamah) suami. 
3. Dindingnya adalah kesolehan isteri.  
4. Jendelanya adalah ketaatan isteri kepada suami (qonitat).
5. Pintunya adalah kemampuhan isteri untuk menjaga diri dan keluarganya (hafidzoh). 
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka)" (An-Nisa: 34). 
6. Atapnya adalah pergaulan yang baik antara suami isteri (al-muasyarah bil makruf).
 
"Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah. Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak" (An-Nisa: 19).
 
[CATATAN!]
Untuk mencapai kebahagiaan peran isteri sangat dominan. Al-Quran mengaitkan sakinah (ketenangan keluarga) kepada isteri. 
 
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, Dan dijadikan-Nya diantaramu rasa cinta dan kasih-sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (Ar-Rum: 21). 
 
Memasuki topik ke-3 mengenai Ibadah dalam keluarga untuk menggapai kebahagiaan.
 
[1] Membaca dan mempelajari Al Quran bersama
 
Dari Abu Hurairah Rasulullah Saw. bersabda: "Tidaklah orang-orang berkumpul di rumah Allah, mereka membaca Al-Quran dan mempelajarinya bersama, kecuali kepada mereka diturunkan ketenangan, mereka diselimuti kebahagiaan, dilindungi oleh para malaikat. Dan Allah akan menyebut nama mereka kepada para malaikat yang ada di sekelilingnya" (HR Abu Daud). 
 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda: "Janganlah engkau jadikan rumah engkau sebagai kuburan. Sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan surah Al-Baqoroh" (HR Muslim).
 
[2] Sholat Berjamaah
 
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa" (Thoha: 132).
 
"Jika engkau sholat di masjid, maka jadikanlah sebagain sholat engkau di rumah. Karena akan membawa kebaikan kepada keluarga engkau". 
 
[3] Berdizkir kepada Allah
 
Dari Abu Musa Al-Asy'ari, Rasulullah Saw. bersabda: "Perumpamaan rumah yang diepergunakan untuk dzikir kepada Allah dengan rumah yang tidak dipergunakan dzikir seperti antara hidup dan mati" (HR. Muslim). 
 
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda: "Siapa yang mengingat Aku dalam dirinya, maka aku mengingatnya dalam diri-Ku. Siapa yang mengingat Aku dalam sebuah forum, Aku akan menyebutnya dalam forum yang lebih baik dari forum dia" (HR Ahmad). 
 
[4] Kebersamaan
Misalnya : 
Makan bersama.
Mendengar curhat isteri/suami dan anak-anak.
Rekreasi
 
 *+*+*+*+*+*
 
                                               رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
 
“Wahai Tuhan kami, jadikanlah untuk kami isteri dan keturunan kami permata hati untuk kami. Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin untuk orang-orang yang bertaqwa” (Al-Furqon: 74)
 

Senin, 15 Agustus 2011

Catatan H14: Pelangi Ramadan

Minggu 14 Ramadan ada pengajian dan buka bersama KMI/UMIN. Acaranya berlangsung lama sebenarnya, dari jam 10 hingga buka bersama.
Karena pagi masih ngurus persiapan konsumsi, siang jemput konsumsi, baru tiba di lokasi sekitar pukul 3. Saat masuk ruangan, Bapak-Bapak sedang sholat ashar berjamaah, di pojok sudha ditata lokasi untuk Kid Corner, yang kami buat atas kerjasama TQN-Bidmus dengan Bhinneka, untuk mengisi kegiatan anak-anak dengan kegiatan 

Zahra sudah duduk di area kid corner, karena semalam menginap di rumah Ne-chan, ikut sahur katanya, dan masih puasa, alhamdulillah :)

Pasca sholat ashar, Bapak2/para ikhwan duduk di sisi kanan, lalu dengan pembatas duduk di sisi kirinya ibu2/para akhwat, dan di sisi paling kiri tim konsumsi sigap dengan persiapan berbuka, di belakang ada kid corner, dimana aku dan anak-anak berada. Sembari mendengar ceramah dari Pa Ustzah Abas Mansur mengenai manajemen rumah tangga bahagia, aku mengajak anak-anak berkreasi.

Kid corner sore ini:
# Ide "just on time" dari Rini, Ibu Bidmus, adalah membuat prakarya yang akan ditempel di spanduk. Spanduknya berupa kertas poster besar. Prakarya bisa berupa origami maupun gambar. Pendamping kegiatan ini ada Mba Ulfah, Mba Vivi, Mba Novi, juga Teh Shanti, Mba Via dan Mba Nunung. 
Alhamdulillah anak-anak semua turut aktif berkreasi. Beberapa anak yang semula sibuk sendiri, maupun yang tadinya malu-malu, lambat laun bisa juga turut larut berkarya. 
Geng "beruburedo" pasca bikin prakarya dan puas sudah menempel hasilnya di spanduk, kembali ke beruburedo nya :) 
Anak-anak perempuan diseling dengan aktifitas mewarnai, menulis huruf hijaiyah, menyambung angka, dan mencari jalan di permainan maze. 
Pukul 5, secara bergantian anak-anak membaca Iqro. Beberapa juga mengambil inisiatif antri mau baca iqro, beberapa anak lain juga memilih baca iqro dengan ibu masing-masing :)
Pukul 6, semua prakarya selesai ditempelkan di spanduk, yang sambung menyambung menjadi 3 lembar, ditambah 1 lembar lagi, jadi total 4 lembar poster. Ceria, kreatif dan warna-warni sekali hasil karya anak-anak, Kami yang memikirkan judul, semula berpikir "Warna-warni Ramadan", lalu berakhir di "Pelangi Ramadan", didukung adanya gambar pelangi warna-warni karya salah satu anak :) 

Ini dia hasilnya:
(gambar close up pelangi ramadan, courtesy Mba Novi Irwan)

Selesai pasang spanduk, anak-anak berkerumun mendengar cerita dari Nunung Sensei :)

Tak terasa tiba waktu berbuka, anak-anak ceria semua :) semangat makan sop buah blewah. Lalu ikut sholat magrib berjamaah, dan kemudian makan soto ayam bandung. Alhamdulillah kegiatan hari ini berlangsung lancar, dan anak-anak tertib  Terimakasih semuanya.

Alhamdulillah hari ini adalah pertama kalinya Zahra berpuasa penuh mulai saur hingga margib. *Terimakasih Ne-chan, Bunda Via dan Yanda Ade*

Soto Ayam Bandung 
(aku kebagian bikin kuah/ayam soto bandung, plus telur rebus, seledri, lemon, dan nasi)

(Foto bersama Bapak-Bapak, foto: Bang Iru)
(Foto bersama Ibu dan Anak, foto: Bang Iru)

Catatan H16: Koran by Heart

Dini hari ini diawali dengan membaca artikel dari PPA Fahima, mengenai Tinjauan Syar`i terhadap puasa anak dan amalan utama yang perlu ditanamkan (ada di bagian bawah). Ternyata.. ibadah yang paling utama bagi anak di bulan Ramadan itu bukanlah puasa, melainkan belajar Al-Quran, karena Al-Quran inilah yang akan menjadi pedoman paling dasar.. 

Lalu akhirnya aku berhasil menemukan video "Koran by Heart", yang waktu aku mencoba buka minggu lalu tak nyambung linknya, moga-moga link ini masih bisa jalan. Kalau engga bisa, bisa coba masuk ke http://www.vimeo.com/ lalu search Koran by Heart, bener-bener tontonan wajib deh!!
ps. di youtube ada yang bilang sudah dihapus karena konflik hak cipta.

Dibuat oleh Greg Barker, warga US non-muslim yang telah mengunjungi lebih dari 50 negara di 6 benua, beliau mempunyai minat dan apresiasi tinggi mengenai budaya international, dan mempunyai misi untuk membuka jendela dunia, dalam perspertifnya sebagai warga US. Beliau menyoroti perjalanan kompetisi international para penghafal Quran di Mesir pada Ramadan 2010. Peserta berusia 7 hingga awal 20 tahun, dengan rata-rata usia remaja. 3 tokoh utama yang diambil di film ini berusia 10 tahun, (1) Saidov Nabiollah dari Tajikistan, (2) Rifdha Rasyid dari Maldives, dan (3) Djamil dari Senegal. Latar belakang keluarga, tantangan kehidupan beragama di negaranya, serta berbagi issue hangat seuptar islam dikemas di film ini. Bukan hanya dari pakar muslim, seorang pakar non-muslim di reciting quran, Kristina Nelson, juga memberikan komentarnya. Film ini terasa sekali nuansa islam, sekaligus nuansa netralnya, mengharukan, dan menggetarkan saat mendengar lantunan indah ayat-ayat Quran dari anak-anak.

Lomba ini juga pastinya sangat menantang anak-anak, dan mungkin tidak mengeluarkan potensi yang sebenarnya dari setiap anak. Waktu 3 hari bukan hanya siang, tetapi juga ada sesi malam, bisa dibayangkan anak yang kebagian di sesi malam, di tengah ngantuk dan grogi :) Tetapi Rifdha mampu melewatinya! Bukan hanya yang menang, tetapi juga yang "kalah" ditayangkan dengan indah di video ini. Walau kalah point yang disebabkan berbagai hal, tetapi semangat menghafal dan memahami ayat Quran selalu berkorbar.

A must watch documenter film, really.

Link terkait:



Tinjauan Syar`i terhadap Puasa Anak & Amalan Utama yang Perlu Ditanamkan 
- tim PPA Fahima -

Landasan Syar’i

Puasa bagi anak-anak pada dasarnya tidak wajib, meski demikian mengajari mereka sejak dini agar terbiasa berpuasa merupakan perbuatan sunnah Nabi saw dan para salaf shalih sepanjang mereka mampu menjalankannya. Rasulullah saw bersabda:”
Dari Rubayyi binti Muawidz berkata:” Di pagi Asyura’ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengirim utusan ke kampung-kampung Anshar :” Siapa yang pagi ini dalam keadaan puasa maka sempurnakanlah puasanya, dan barangsiapa yang pagi ini dalam keadaan tidak berpuasa, maka berpuasalah pada sisa hari ini. Dan kamipun melakukan puasa Asyura’. Sebagaimana kami menyuruh puasa anak-anak kecil kami, dan kami beserta putra-putra kami berangkat ke masjid dengan menjadikan mainan dari kapas buat mereka, jika ada salah seorang dari mereka menangis minta makanan, kami berikan mainan itu kepadanya sampai masuk waktu berbuka” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa melatih anak dalam berpuasa merupakan anjuran syara` yang tidak terbantah. Hadits tersebut di atas dalam konteks puasa sunnah yaitu puasa Asyura`, bagaimana dengan puasa wajib seperti Ramadhan? Tentu Ramadhan memiliki tempat tersendiri bagi Rasulullah saw dan salaf saleh. Bila dalam puasa sunnah Rasulullah saw membenarkan adanya latihan puasa bagi anak-anak maka dalam puasa wajib tentu lebih prioritas. Itulah yang disebut dengan qiyas aulawi ( analogi prioritas).
Imam al-Bukhari memandang bahwa belajar puasa bagi anak yang belum baligh sudah mentradisi di kalangan penduduk Madinah dan ini merupakan dalil syara` tersendiri. Karenanya dengan sengaja beliau meletakkan judul pada pasal puasa “ bab puasa bagi anak-anak” . Dalam khazanah fiqih Islam kita dapatkan bahwa mayoritas ulama memandang pentingnya pemberlakuan puasa bagi anak yang belum baligh meski tidak berstatus wajib, bahkan sebagian mereka seperti Ibnu Sirin, az-Zuhri, as-Syafii memandang sunnah dalam pembelajaran tersebut dengan catatan hal tersebut mampu dilakukannya secara normal, bahkan Ibnu Majisyun al-Maliki memandang agak berbeda dari para ulama Maliki yang lain, bahwa anak yang telah mampu berpuasa maka puasa baginya adalah keharusan dan jika meninggalkannya tanpa udzur maka harus membayarnya ( qadha). 

Sikap Para Salaf Shalih Tentang Puasa Bagi Anak-Anak Mereka

Perhatian khusus para salaf dalam masalah pembelajaran puasa bagi anak-anak tercermin pada keseharian mereka bersama keluarga anak dan istri dalam menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Abu Dawud at-Tayalisi mengutip bahwa Abdullah bin Umar setiap kali akan berbuka selalu mengumpulkan istri dan anak-anaknya untuk berdoa bersama. 

Bahkan untuk memberi pendidikan yang menyeluruh dalam aspek ibadah kepada anak para salaf juga mengajak anak-anak mereka untuk mengikuti i`tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Dalam pandangan ulama sebagaimana di kutip dari al-Kasani bahwa i`tikaf atau puasa sunnah anak-anak yang belum akil baligh dianggap sah karena ibadah tersebut tidak mensyaratkan batasan baligh dalam menjalankannya.

Usia Anak Untuk Memulai Berpuasa
Jika dilihat dari pengertian bahasa bahwa kalimat “ shibyan”-yang digunakan untuk mengungkapkan fase anak memulai puasa- berasal dari kata shabiyyu bentuk jamaknya shibyan yang berarti yang masih kecil sebelum akil baligh terkadang digunakan untuk menyatakan anak yang belum disapih, namun Majma’ lughah lebih memilih makna as-shabiyyu adalah (an-Nasyi’ alladhi yudarrab alal mihnah wal ihtidza’) anak yang sudah mulai siap dilatih dengan pekerjaan dan tugas. Definisi ini memberikan pengertian kesiapan menerima tugas dan kesiapan dilatih untuk sebuah pekerjaan.
Para ulama dalam memandang usia anak layak puasa bervariasi. Ada yang berpendapat bahwa mulai tujuh dan sepuluh tahun hal itu dianalogikan dengan shalat, Imam Ishaq bin Rahuyah memandang usia anak layak puasa sejak usia dua belas tahun. Berbeda dengan Imam Ahmad yang memandang usia layak dilatih puasa bagi anak sejak sepuluh tahun.
Dari aspek bahasa, penggunaan kalimat as-shibyan selalu dipakai untuk menyatakan anak yang masih kecil belum akil baligh atau anak yang sudah mulai akil baligh dan sudah siap menerima tugas-tugas kehidupan. Hal itu sesuai pengertian yang dikemukakan oleh majma’ lughah. Isyarat lain yang dikemukakan para ulama yang memberikan kontribusi pendapat dalam aspek ini pada bab-bab fiqih selalu mengaitkan dengan qoblal bulugh (akil baligh). Dengan demikian batasan usia anak layak berpuasa tidak dapat ditentukan dengan nominal angka usia melainkan fase perkembangan usia anak. Dan bila kita mengacu pendapat majma’ lughah yang memberikan dua ciri sebagaimana di atas dan kita kembalikan kepada paradigma pendidikan yang berlaku maka ciri-ciri tersebut sudah ada pada anak usia SD, dengan demikian usia layak puasa bagi anak adalah tingkatan sekolah dasar yang dimulai dari usia enam tahun ke atas.

 Memprioritaskan Program Baca Dan Tahfidz Al-Quran Bagi Anak Dalam Bulan Ramadhan

Kegiatan baca dan tahfidz Al-Quran bagi anak sangat dianjurkan dalam bulan Ramadhan, tentu disamping kegiatan-kegiatan yang lain. Kenapa Al-Quran yang menjadi prioritas utama bagi anak-anak kita bukan yang lain?.
1. Pelajaran pertama
Sebelum pikiran dan hati anak-anak kita diwarnai oleh berbagai pemikiran dan bentuk kemaksiatan maka seharusnya hati mereka dipenuhi oleh Al-Quran terlebih dahulu agar tidak tersisa dalam hati mereka ruang untuk warna dan berbagai hal lain yang dapat mengotori hati mereka. Karena Al-Quran adalah kalamullah yang merupakan sumber agama Islam dan pedoman hidup kaum muslimin.
Imam Suyuthi berkata:” Mengajarkan Al-Quran kepada anak merupakan pekerjaan yang fundamental dalam Islam sehingga mereka dapat tumbuh dalam kefithrahan, dapat menyerap hikmah sebelum hawa nafsu mendominasinya dengan berbagai bentuk kemaksiatan dan kesesatan”
Hal yang sama dikatakan Ibnu Sina:” Ketika sang anak telah mulai siap menerima instruksi dan memahami apa yang mereka dengar saat itulah mulai belajar al-Quran”
2. Syiar agama
Mengajarkan Al-Quran kepada anak dipandang sebagai syiar agama Islam yang harus dilestarikan. Ibnu Khaldun berkata:” orang tua yang mengajarkan Al-Quran kepada anak-anaknya merupakan syiar agama yang dipelihara oleh ahli agama, mereka berkeliling ke berbagai wilayah karenanya, karena Al-Quran mampu memikat hati sehingga dapat mengokohkan keimanan dan aqidah, sehingga pengajaran Al-Quran menjadi inti bagi seluruh pelajaran lain”.
3. Bulan Ramadhan bulan Al-Quran.
Salah satu nama bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran karena di dalamnya Al-Quran diturunkan dan membacanya dilipatkan pahala. Sebagai bulan yang penuh berkah tentu terlalu mahal kalau ia harus berlalu begitu saja, karena itu memprioritaskan amalan berkenaan dengan Al-Quran menjadi sangat beralasan. 

Sumber : http://alhikmah.ac.id/2011/pedoman-orang-tua-tentang-puasa-bagi-anak-anak/

Sabtu, 13 Agustus 2011

Catatan H12: Ibu diatas kursi

Jumat tgl 12, kami ke mesjid, dua parkiran pukul 18:30 kali ini sudha terisi penuh sehingga kami harus mencari parkir yang agak jauh, Tiba di mesjid sudah masuk magrib. Baru kali ini ke mesjid hari jumat, dan ternyata cukup banyak orang juga. Para jemaah muslimah sudah duduk dengan lingkaran besar mengelilingi tikar biru. Kali ini, ada seorang nenek yang duduk di atas kursi, mungkin dari tumur tengah. Raut wajahnya ramah dan penuh senyum. Pasca sholat magrib, langsung mempersilakan anak-anakku (yang belum sempat makan sebelum sholat) untuk makan, juga menawarkan pizza, mungkin beliau yang bawa (?).

Menjelang menu utama buka datang, duduk di samping sang Nenek muslimah dari pakistan yang hari minggu lalu duduk di sampingku.
"Your mother?" tanyaku,
"My Grandmother." she replied, smiling.
Waw! masih kuat sekaliii!!!
Kami sedikit berbincang, dan teman Pakistan akan menerjemahkannya ke Neneknya.

Figur ramahnya, dan keramahannya dalam keterbatasan bahasa mengingatkanku pada Mamah. Mamah pernah berkata ingin cukup umur hingga suatu hari kelak, kalau-kalau Zahra sekolah di luar negeri, Mamah ingin datang berkunjung dan datang di wisuda Zahra. Mungkin rentangnya akan seperti suster Pakistan ini dengan Neneknya.

Kalau ada usia, Ya Allah, izinkanlah rejeki sehat, finansial dan kesempatan, amiiiinnn yra.

Catatan H-13: Taraweh Pertama Akira

Sore hari ini alhamdulillah semua sehat dan kami bisa ikutan buka bersama di rumah Mba Via, di kawasan Nakamura indah permai, dekat mesjid Nagoya. Inilah indahnya rumah dekat mesjid, habis buka, bisa jalan kaki ke mesjid sholat taraweh, berasa di Indonesia ^^. Habis buka, pake mukena/sarung sambil nenteng sajadah ke mesjid ^^.

Kebanyakan anak-anak memilihi bermain di rumah Nechan-Daffa-Akira, namun Akira milih ikut ayahnya "Akira nanti ikut sholat yang baik sama ayah ya!" pesanku. "Un!" ujar Akira, entah ngerti atau engga ^^.

Pulang dari mesjid, kata ayahnya "Akira tadi ikut sholat sampe selesai"
Wahhh aku terharu, secara ini pertama kali Akira ikut sholat tawareh secara penuh, anteng di sebelah ayahnya ^^. 

Secara, biasanya sholat diseling main sama Tetehnya lah, kalau di mesjid bolak-balik sholat-main, apalagi di rumah, sholat sambil main lah, sambil naik-naik punggung lah, sambil gogoleran di atas sajadah mamah ayahnya lah hihi,, balita ^o^

Ternyata bisa bener-bener memegang pesan juga, Anak sholeh Mamah-Ayah! 

Minggu, 07 Agustus 2011

Catatan H7: Minggu malam di Mesjid Nagoya

Alhamdulillah sore ini kesampaian berbuka di mesjid Nagoya di hari minggu pertama bulan Ramadan. Setiap hari minggu, secara bergiliran ada negara yang menyumbangkan menu berbuka, dan minggu pertama biasanya dari Mesir/kawasan timur tengah.
Untuk cadangan dengan rasa lidah yang berbeda, aku menyiapkan spageti kilat untuk anak-anak.
Zahra hari ini puasa dari makan siang hingga magrib, karena baru bangun siang banget jam 10. Sore hari ke kampus ikut latihan nari ibu-ibu, main lari-lari sama adiknya, ya jelas kehausan ^o^ jadilah sempat minum dan makan agar-agar, lalu lanjut puasa kembali.

Tiba di mesjid, sudah berjejer duduk rapih 4 saf yang saling berhadapan, dengan baki berisi kurma dan buah-buahan di tengah 2 saf yang saling berhadapan, dengan beberapa botol air putih dan calpis. Dekat pintu duduk manis 4 mojang cantik dari Indonesia ^^, dan di pojok depan kiri sudah duduk seperti biasa sister dari Afrika.

Mata Zahra langsung tertuju ke Rana-chan, teman sekelasnya.
"Mamah!! ada Rana-chan!!" "Itu Mamahnya Rana-chan!" lanjutnya lagi. Rana-chan adalah teman sekelasnya dari Mesir, dan Ibunya rupanya yang menyiapkan menu berbuka hari ini.
Zahra dan Rana kedua nya tampak saling bertatapan dan mengirimkan senyum, sembari keduanya masih malu-malu. Zahra memilih tempat duduk dekat Rana-chan.
Walaupun sekelas, keduanya memang belum terlalu dekat. Kata Zahra, Rana -chan belum lancar bicara Bahasa Jepangnya. Sewaktu kondankai (kunjungan kelas), aku juga memperhatikan kalau Rana-chan beberapa kali dibantu guru pendamping. Saat jam istirahat pun terlihat teman main Zahra adalah teman-teman Jepang, dan sewaktu-waktu Zahra dan Rana saling menghampiri dan melempar senyum.
Zahra masih bingung berkomunikasi dengan Rana-chan  Aku juga agak bingung karena diajak bahasa Jepang pun Rana-chan hanya mengangguk, menggeleng, dan senyam senyum.

Lalu tampak Salsabilah dan Izzah chan masuk, manis dengan kerudungnya. Zahra tampak senang ada temannya! Beberapa kali suka menanyakan Izzah dan Salsabilah (kelas 3/4 dan 6), teman Indonesia yang juga satu sekolah dengan Zahra.

Tidak lama, adzan magrib berkumandang. 3 anak dari pakistan yang duduk sebelah kami tampak senang sekali. Anggur kecil tampak menjadi menu favorit anak-anak. Mungkin selang 10-15 menit, kami semua sholat magrib berjamaah. Zahra dan Akira kali ini pinter banget sholatnya, * ngga sambil main-main , he he *

Setelah sholat magrib, Zahra main sebentar dengan Izzah-Salsabilah.
Tampak Kakak Rana-chan yang laki-laki kelas 5 SD bolak balik ke ruangan sholat perempuan mengantarkan makanan.
Menu kali ini: Nasi, semacam kare isi kacang polong dan kentang, salad, lalu ayam goreng dan semacam rendang daging kambing. Ada yang bilang sih mirip menu gule ^o^ Ternyata tidak dibungkus bento sebagaimana yang aku bayangkan sebelumnya, melainkan diwadahi satu demi satu ke piring. Setiap orang dengan sabar menunggu mendapat jatah bagiannya.

"Yu Teh nyobain masakannya Mamahnya Rana chan!" 
Alhamdulillah Zahra suka, walaupun sedikit pedas. Makan daging kambing sembari minum calpis ^^. juga makan ayam.
Sedangkan Akira lebih banyak makan kentang dan kacang polong, serta wortel, sambil sesekali suapan kecil daging/ayam.

Tantangan kuliner manca negara adalah di kecocokan di lidah, yang ngga bisa dipaksakan  dan alhamdulillah, masakan hari ini cocok di lidah kami ^^.

Menjelang jam 8, semua turut beberes makanan, melipat tikar, dan mencuci piring (sementara aku masih mojok makan, lebih nikmat makan setelah anak-anak selesai makan soalnya hehe)
Selesai makan, beberapa orang pulang, dan juga beberapa orang datang, termasuk Nisa-chan, yang ditunggu-tunggu Zahra  Berpapasan mata dengan Nisa, Nisa melambai padaku, dan aku menghampirinya. Lebih tepatnya, menghampiri lingkaran anak-anak (sembari membawa iqro)
Nisa bersemangat sekali cerita kalau Nisa baru saja selesai Iqro 4, dan sekarang sudah masuk Iqro 5. Zahra juga bercerita kalau baru selesai Iqro 4 dan sekarang masuk Iqro 5.
Komentar Nisa: "Nisa makenai!" he he.. (Nisa ngga mau kalah!)
Mau ngajak Zahra baca iqro, Akira ingin baca duluan, sambil banyak gaya :p dan akhirnya jadinya tebak2 maan huruf HA, dan mana huruf JA ^o^

Lalu Yumna-chan (3th) maju, ingin baca Iqro.
Aku menunjuk satu demi satu huruf Iqro; A BA TA TSA JA HA KHO DA DZA RO... "ngga tau" saat aku tunjuk ZA. "Yu kalau gitu kita baca halaman ini lagi ya, nanti huruf ZA belajar sama Mamah ya".
1 Halaman dibaca dengan lancar dan semangat oleh Yumna-chan, hebat!!

Setelah Yumna selesai baca, lalu Zahra baca Iqro 4, halaman 1 lagi, huruf tanwin.
Nisa mengikuti juga di sampingnya.
Selesai Zahra baca 1 halaman, Nisa bercerita dengan semangat mengenai Iqro 4, dan bagian mana yang paling sulit bagi dia: Qalqalah! Lalu Nisa menunjuk halaman yang baru selesai dia baca: halaman 7!
Wah cepet banget!
"Un! Nangka, sekarang jadi suka baca iqro! Tadinya ngga terlalu suka. Bacanya habis saur, trus habis buka. Jadi sehari 2 atau 3 kali" ujar Nisa (bahasa dimodif, aslinya pake bahasa jepang ^^)
Hebaaatttttt--!! Tetep semangat yaa Nisa chan!! dengan speed ini bisa masuk hingga iqro 6 bulan Ramadan ini kana... 

Inginnya baca Iqro sama Nisa, tapi Azan isya sudah berkumandang, dan dimulailah persiapan sholat. Anak-anak pada wudlu dan yang perempuan mengenakan mukena, kecuali yang sudah berkerudung ^^. Zahra dan Nisa berjajar di shaf depan sebelah kiri, dengan Akira yang ikut nyempil. Salsabilah dan Izzah di shaf kedua kiri, sampingnya ibundanya.
Khansa-chan -yang ditunggu-tunggu sejak siang- datang bersama Ibunya tepat menjelang takbir.
Selesai sholat isya, anak-anak langsung bermain  sholat tarawih tampaknya masih menjadi tantangan ^^. Hanya 2 rakaat saja, dan witir 1 rakaat terakhir yang diikuti Zahra ^o^
Lebihnya, main dengan anteng, ngambil alas nulis, kertas dan pinsil, menggambar dan bikin origami. Rana-chan dan beberapa anak negara lain pun turut menggambar.

Demikianlah, cerita ke mesjid hari ini. Pasca Taraweh dan beberes, narsis dulu ^^. (Kedua foto, courtesy Mba Via)



Jumat, 05 Agustus 2011

Catatan H5

Hari kelima ini, bertepatan dengan adanya undangan pertemuan dari Federasi Perempuang di Nagoya, berkenaan dengan pengadaan lomba pidata bahasa jepang ke-14. Aku datang bersama Zahra dan Renny, dan bertemu 2 kawan Indonesia lainnya. Hadirin lainnya selain dari Jepang, ada dari China, Korea serta Taiwan.

Meja dan kursi ditata persegi panjang, sehingga kita bisa saling bertatapan antar hadirin.
Seperti yang bisa diduga, aneka cemilan sudah tersedia di piring-piring kecil seputar meja.
Aku cukup bimbang, bagaimana bersikap hari ini, haruskah aku menolak, atau aku terima saja dulu. Dari 3 muslimah yang hadir, hanya aku yang berpuasa hari itu, karena 2 lagi sedang berhalangan. Sehingga keputusan benar-benar harus dari diri sendiri. Aku pertama kali bertemu semua orang disini, dan tidak ingin menyinggung, maupun mencolok.

Tampak ada sebuah kotak yang diedarkan, rupanya ada pembagian puding-puding cantik. Kita harus berhati-hati memilih karena beberapa mengandung jelatin, yang salah satu bahan pembuatnya ada dari babi, Alhamdulillah ada juga beberapa yang tidak mengandung jelatin.
Saat kotak itu tiba depanku, aku memilihkan 1 untuk Zahra, lalu aku berikan ke samping. orang jepang disamping mengatakan padaku untuk juga turut mengambil. Akhirnya saat itu aku memutuskan untuk turut mengambil juga.

Lalu masing-masing peserta dibagikan Teh. Seperti yang juga aku duga, ada acara campaign membuka meeting itu. Aku juga tetap ikut, sembari hanya memegang gelas ^^. 

Zahra yang sebetulnya lagi mau puasa, senyam senyum nanya "Mamahh.. boleh??" korting khusus untuk Zahra hari ini.

Alhamdulillah sepanjang meeting itu semua berlangsung baik. Isi gelasku habsi sama Zahra, yang tampaknya kehausan ^^. Setengah jam menjelang selesai, masuk juga ke pembicaraan Ramadan, rupanya ada yang mengetahui mengenai bulan Ramadan ^^. Jadi jelas kenapa pudingku masih utuh, dan lalu dipersilakan untuk dibawa pulang ^^.


Catatan H4: Menjaga kesehatan anak saat berpuasa

Kemarin membaca artikel dari tim PPA Fahima, dan hari ke-4 ini mengalami masalah jam tidur pada Zahra 

Pasca sukses saur, puasa hingga tengah hari, lalu puasa lagi hingga magrib, turut buka hingga tawareh di mesjid, esok harinya Zahra baru bisa dibangunkan jam 10!! (itu pun dibangunkan) Jam 3 sempet bangun, tapi nangisss. Oh-oh!! memang jam tidur anak ini harus sangat berhati-hati dan haru diakalin ya, tapi gimana ngakalinnya ya????

Akhirnya kami memikirkan untuk lebih fokus mengajarkan dulu puasanya, tanpa terlalu mengganggu waktu tidurnya. 
Rumusnya: Kurang tidur = rewel  --> yang uring2an bisa bukan cuman anaknya, tapi ibunya juga he he...
Kalau nanti sudah bisa puasa dari bangun tidur normal hingga magrib, baru akan dimajukan sedikit sedikit jam tidurnya.
Pasalnya, Zahra termasuk yang sudah tidur siang! selain itu juga ibu bapaknya ngampus siang hari.. jadi kuncinya saat ini di tidur malamnya...
Sepertinya,, beginilah akan kami jalani sementara ini....


Menjaga Kesehatan Anak Saat Berpuasa
tim artikel PPA-Fahima

Orangtua mana yang tidak bahagia melihat putra-putrinya sudah mau dan bisa berpuasa. Namun terkadang juga ada kekhawatiran apakah puasa bisa mengganggu kesehatan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Apalagi jika anak sulit makan sahur. Bagaimana dengan asupan gizinya?
Bila ditinjau dalam bidang kesehatan tampaknya puasa juga bisa dilakukan oleh anak usia pra akil balig tetapi harus dipertimbangkan secara cermat kondisi dan keterbatasan kemampuan anak.

Ada beberapa hal yang harus diwaspadai dalam melatih anak berpuasa agar puasanya bisa berjalan lancar, yaitu:
1. Jam Tidur anak
    Saat bulan ramadhan jadwal aktifitas anak berbeda dengan sebelumnya. Dalam bulan tersebut aktifitas anak bertambah dengan kegiatan sholat tarawih, makan sahur atau  pesantren kilat. Bila jam tidur ini berkurang atau berbeda dengan sebelumnya akan mempengaruhi keseimbangan fisiologis tubuh yang sebelumnya sudah terbentuk.
    Gangguan keseimbangan fisiologis tubuh ini dapat berakibat menurunkan fungsi kekebalan tubuh yang berakibat anak mudah sakit. Sebaiknya orang tua harus ikut     merencanakan dan memantau jadwal aktifitas anak termasuk jam tidur anak dengan cermat.
    Pada usia pra balig kebutuhan tidur anak secara normal berkisar antara 10-12 jam per hari, dengan rincian malam hari 10 jam dan siang hari 1-2 jam. Pada bulan ramadhan orangtua hendaknya dapat memodifikasi jadwal tidur ini dengan baik. 
    
2. Asupan Gizi 
    Hal lain yang harus diamati adalah mengenai asupan gizi pada anak.Anak harus mendapatkan makanan beragam dan mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral.  Dalam hal ini sahur memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan kalori anak. Seringkali waktu sahur, anak susah dibangunkan dengan alasan masih mengantuk. Meski begitu, jangan sampai anak melewatkan waktu sahur.
    Kurma dan pisang baik untuk sahur dan buka karena banyak mengandung mineral dan vitamin. Perbanyak konsumsi makanan kaya serat dan protein saat sahur, sehingga pengosongan lambung berjalan lebih lambat. Jangan langsung tidur setelah sahur untuk menghindari mual. Orangtua perlu menyiapkan menu-menu kegemaran anak saat sahur dan berbuka untuk memompa semangat anak dalam berpuasa. 

3. Kestabilan Emosi
    Ibadah puasa mempunyai pengaruh positif terhadap pendidikan perkembangan anak. Tetapi harus diwaspadai bahwa aktifitas puasa juga dapat berpengaruh negatif bila tidak mempertimbangkan kondisi taraf perkembangan anak. Hal ini terjadi bila ibadah ini dilakukan dengan paksaan dan ancaman. Kondisi lapar dan haus saat berpuasa bisa mempengaruhi kestabilan emosi dan perilaku anak. Oleh karena itu orangtua harus bisa menciptakan suasana yang menyenangkan buat anak dalam menjalani ibadah puasanya.

4. Kondisi yang harus diperhatikan 
Kondisi umum yang harus diwaspadai dalam melakukan puasa pada anak adalah anak yang mudah sakit (mengalami infeksi berulang), gangguan pertumbuhan, penyakit alergi atau asma serta gangguan perilaku (Autis, Attention Deficit Hiperactivity Disorder-ADHD, dll). 
Keadaan yang harus dihindari berpuasa pada anak pra akil balig adalah penyakit infeksi akut (batuk, pilek, panas), infeksi kronis (tuberkulosis, dll), penyakit bawaan gangguan metabolisme, jantung, ginjal, kelainan darah dan keganasan. Meskipun infeksi akut virus seperti batuk, pilek atau panas yang dialami ringan, bila kondisi tubuh turun seperti saat berpuasa akan menimbulkan resiko komplikasi yang berat.

Selamat Berpuasa, Anakku


referensi: www.suara-islam.com
              www.indonesiaindonesia.com

Catatan H3: Milad ke-8

Alhamdulillah, untuk pertama kalinya milad tanggal dimulainya bahtera rumah tangga ini jatuh pada bulan Ramadhan  walaupun ngga ada yang special juga, selain memanjatkan doa berharap keberkahan yang berlipat ganda, amiiinn..

Jadinya catatan ini untuk mengenang 8 ramadhan bersama Mas Endra..

Ramadhan pertama, tahun 2003.. hanya sedikit dilalui bersama, karena Mas Endra banyak kebagian tugas offshore,, dan dari hari yang sedikit ini alhamdulillah untuk pertama kali nya bisa mencoba ramadan bersama mertua! dan bisa menghafal surat bersama!  
Lebaran pertama pun ngga bareng, karena mas endra pas tugas kerja.. hehe walaupun melalui ramadan dan lebaran sebagaimana biasanya seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi untuk pertama kali nya ada rasa kesepian juga ^o^

Ramadhan kedua, tahun 2004, aku lalui bersama zahra di perut!! ^o^ bonus didampingi mas endra, karena kehamilan yang bermasalah sejak 7 bulan,, plus bonus kelahiran Zahra tanggal 17 Ramadhan yang bisa dilalui bersama mas endra, mamah dan adik2.. bonus melaksanakan akekah, dan bonus lebaran pertama bersama mas endra  
sayangnya ramadan kali ini ngga puasa, karena kondisi kesehatan, kemudian karena nifas. untuk pertama kali membayar fidyah,, berupa sembako saat itu.. Alhamdulillah selama hamil bisa menamatkan quran, dan menamatkan quran saat ramadhan. itu terakhir kali nya aku membaca Al Quran dengan sangat konsisten dan akhirnya bisa baca sehari 1 juz sendiri. (sebelumnya baca 1 juz di bulan ramadhan ngikut bacaan papah ^^.) pasca tragedi lembaran quran terobek oleh zahra bayi, aku menghindari baca quran sambil gendong, yang ternyata menyusutkan bacaan >< apalagi sesudah bayi tambah besar itu tambah banyak pula kesibukan kita, dan harus selalu aware mengawasi!
Kenangan lucunya, tahun ini kami mulai mengontrak rumah,, dann aku mulai belajar "masak". tapi masakannya masih masak2an semua he he.. belum bisa berviariasi selain sop, tumis super gampang, dan goreng2an: tahu, tempe, dan ayam goreng (yang ayamnya udah diungkebin sama mamah hehe).. Kalau saur mesti masak sendiri, ya ga jauh dari itu,, kalau buka, bisa buka di luar ^^.

Ramadhan ketiga, tahun 2005, dilalui bersama zahra mungil! taun ini pun ngga banyak bersama mas endra, karena tugas offshore nya, namun alhamdulilahh bisa untuk pertama kali nya lebaran di magelang bersama mertua! bisa merasakan perbedaan budaya, yang ternyata lebih heboh di magelang ^^. Hari lebaran banyak anak2 kampung ngetuk dari rumah ke rumah, lucu banget, makan kue lebaran dari rumah ke rumah, sambil juga dikasih receh-receh yang mengukir senyum lebar :) banyak hiasan di sepanjang jalan juga! Dari magelang, baru menuju kuningan.. pertama kali merasakan lebaran seperti tante2ku, yang keluarganya lintas kota ^^.

Ramadhan keempat, tahun 2006, adalah ramadhan yang paling menguras air mata ^^. Di pertengahan ramadhan, aku berangkat ke Jepang untuk mengikuti program exchange student di Nagoya, untuk pertama kali nya berpisah jauhh dengan zahra-ku! *kl long distance sama mas endra sih udah biasa! hehe* pertama kalinya "sendiri" menjalani ramadhan, tapi pertama kali nya juga merasakan indahnya silaturahmi dari kawan-kawan indonesia di Nagoya, yang semuanya dalam rasa jauh dari sanak saudaranya, saling memberikan kehangatan untuk "saudara-saudara"nya disini.

Ramadhan kelima, tahun 2007, adalah bulan special, karena saat itu kami mendapat rejeki berangkat bersama ke jepang untuk menuntut ilmu. Saat itu kami tinggal di asrama kampus di kawasan Sakurayama, dan bisa banyak melewati hari-hari ramadhan bertiga, plus akira kecil di perut. walaupun, masaknya bikin bingung banget!! Kali ini juga taraweh hampir sepenuhnya berjamaah sama mas endra, rasanya ngga ke mesjid saat itu. Pasca sholat idul fitri yang jatuh hari sabtu saat itu, ada jamuan idul fitri di rumah Pa Irwan, yang benar-benar rame sekali!! bisa tetap menikmati lontong dan opor, rasanya luar biasa, secara berada di negeri orang ^o^

Ramadhan keenam, tahun 2008, pertama kali nya dilalui ber-4, bersama Akira-kun! dan masih dilalui di Nagoya, di apato super mungil kami di kawasan Kawana ^^ untuk pertama kalinya 1 bulan penuh dilalui bersama mas endra. Masak sedikit improve, walau variasi masih sangat sangat sedikit. dan untuk pertama kali "berani" mengundang teman untuk buka bersama di rumah. Dan juga beberapa turut berbuka puasa bersama di rumah teman maupun kegiatan KMI. 
Bulan ramadhan itu membawa kami sama2 kangen sekali dengan keluarga di bandung, magelang dan kuningan! dari 12 bulan, mungkin di bulan ramadhan lah kerinduan akan tanah air memuncak.

Ramadhan ketujuh, tahun 2009. Alhamdulillah! kami ada rejeki untuk pulang! 3 minggu terasa kilat sekali!! apalagi kalau pas ramadhan! Ramadhan ini, ponakanku damar dari adiknya mas endra lahir, tepat di hari kami landing di yogyakarta. Hari-hari pertama di magelang diisi dengan berkunjung ke RS tempat Damar berada, dan juga membantu Ibu menyiapkan makanan syukuran, yang ternyata dilakukan 2 kali: hari sesudah bayi lahir, dan saat akekahan. taraweh hampir setiap hari di mesjid dekat rumah, yag merupakan pengalaman unik bagi zahra. Lebaran ini adalah lebaran ke-2 dan terakhir dimana aku bisa silaturahmi dengan neneknya Mas Endra, yang hampir berusia 100 tahun.
Untuk pertama kalinya juga, bisa pasca lebaran dengan kedua orang tua di magelang!

Alhamdulillah dalam waktu singkat, kami bisa silaturahmi dengan keluarga besar utama, yang cukup besar jumlahnya. Masih bisa ketemu Aki Haji juga, ayahnya Mamah. 
Dan bisa ketemu beberapa sahabat ^^.

Ramadhan ketujuh, tahun 2010, masih di Nagoya, di apato Ken-jutaku kawasan Umemorizaka permai indah ^^. Lebih banyak buka bersama yang kami lalui, masak untuk mengenal sereh, daun salam, daun jeruk, dan kawan-kawannya, dan untuk pertama kalinya turut nyumbang masakan di acara buka bersama KMI dann saat lebaran!! Kenangan banget bikin opor bumbu sendiri untuk pertama kalinya!! Untuk pertama kalinya juga kami mencoba buka hingga tarwaeh di mesjid di hari biasa, yang ternyata bikin ketagihan! sayangnya ngga bisa setiap hari karena jarak tempuh 1 jam perjalanan dengan 2 krucil, cukup membuat lelah untuk keesokan harinya. Ramadhan 2010 ini walaupun tidak setiap hari, tapi aku bisa membuat sedikit catatan ^^, ada disini, dicatat dalam 5 tulisan.

Ramadhan kedelapan, tahun 2011, masih di Nagoya, masih di apato Ken-jutaka Umemorizaka indah permai, dan ternyata merupakan ramadhan ke-6 ku disini!! 
Ini resolusi sederhana kami:
- secara konsisten setiap hari mengajarkan puasa pada zahra, sedikit demi sedikit
- secara konsisten setiap hari mengaji, termasuk Zahra dan Akira juga, Zahra alhamdulillah hari kamis tgl 4 agustus tamat iqro 3, dan sekarang mulai masuk iqro 4, bismillah.. Akira di Iqro 1 huruf JA, mengulang-mengulang sampe lancar :)
- secara konsisten setiap hari sholat tarawih
- menghafal surat baru, dan juga untuk Zahra, setidaknya 1 surat.
- sesekali buka dan tarawih di mesjid.
- menanam bibit ^^.

Flash back Ramadhan ternyata jadi kentara apa yang berubah setiap tahunnya. Banyak yang bilang, kita belum tentu bisa silaturahmi dengan orang yang sama di ramadhan berikutnya, dan itu benar sekali.. 

Ya Allah, basahi lidah kami dengan mengingatMu selalu. Cerdaskan kami dalam mengajukan doa-doa kepada Engkau sesuai situasi dan kondisi kami masing-masing mengikuti teladan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Ya Allah, berkahilah kami di bulan Ramadhan. Amin ya rabb...

Rabu, 03 Agustus 2011

Catatan H2: Ke Mesjid

Pagi ini alhamdulillah Zahra berhasil saur! (hampir ding..) Ya!! harus menjadi catatan: anak ngga langsung bangun saat dibangunin. Jangankan anak, orang dewasa aja kadang perlu waktu dari mulai bangun membuka mata, hingga benar-benar mata terbuka dan hingga bada mau bergerak bangun :)  Aku juga bangun terlalu mepet waktu, jam 2:45 baru bangun! padahal subuh jam 3:22. Bangun langsung membangunkan Zahra dan Mas Endra, nyiapin saur, kare udon, karena ada request pengen mie berkuah. Selesai masak, zahra udah pindah ke sofa, masih gogoleran dan belum mau diajak makan. 
Saat mamah ayahnya sikat gigi dan beberes, rupanya Zahra diam-diam makan, dan engga boleh diliat! Alhamdulillah satu piring habis, dan juga minum susu. sikat gigi lalu ikut sholat subuh berjamaah. 
Targt puasa hari ini: 8 jam, hingga pukul 12:00.

Hari ini Zahra ikut mamah ayahnya ke kampus, sementara Akira hoikuen seperti biasanya. Di kampus main hitung2an, dan menggambar, sesekali main komputer. 
Pukul 12:00 tepat, buka puasa "yattaaa!" pasti ujarnya ^^.
Lalu puasa lagi hingga magrib.. eits, hampir ding. Karena sempat makan sepotong roti pukul 6 ^^.

Menjelang berangkat dari rumah tadi pagi, ayahnya ngajak ke mesjid sore nanti. 
Jam 18:30 kami tiba di mesjid, seperti tahun lalu, ada muslimah dari Africa, duduk di pojok shaf depan sisi kanan, sedang mengaji. Lalu datang 2 muslimah Jepang, yang seperti biasa, selalu mengisi mesjid. Lalu datang 1 keluarga jepang yang rupanya menikah dengan muslim indonesia. anaknya 3, yang 2 perempuan, dan yang kecil berusia 6 tahun, dekat dengan zahra. Aku mengeluarkan origami untuk anak-anak yang sudah mulai terasa semakin lapar. Ber-4 mereka bermain origami, hingga adzan dikumandangkan.

Menu berbuka di mesjid seperti tahun lalu, ada kurma dengan aneka buah segar. Kali ini ada Kue juga, serta sejenis gorengan. Setelah sholat magrib berjamaah, lalu makan berat. Menu nya nasi, ala nasi eropa, dengan masakan menyerupai rendang atau semur daging domba dan (sepertinya) sayur bayam, juga kacang. Alhamdulillah kali ini anak-anak suka dengan masakan di mesjid! aku yang khawatir sudah membelu onigiri jug auntuk jaga-jaga. Zahra suka sekali dengan dagingnya, sedangkan Akira suka sekali dengan kacangnya. Sayurnya empuk dan mudah dimakan.















































Selesai makan, aku turut cuci piring, sedang kan anak-anak langsung bermain. Kami lalu membaca iqro, bergilir Zahra dan Akira. Zahra membaca iqro 3, "3 halaman lagi iqor 4!" ujarnya bersemangat. sedikit-sedikit perlahan-perlahan, yang penting bisa maju :)  
Akira membaca iqro 1, hingga huruf JA. Seperti Tetehnya, Akira juga senangnya mengulang-ulang.

Anak-anak kembali bermain hingga adzan isha dikumandangkan. lebih banyak jemaah yang datang untuk sholat isha dan taraweh, ada Nunung, lalu ada 2 muslimah lainnya, sepertinya dari Malaysia, dan dari timur tengah/eropa timur.

Solat taraweh dilakukan per 2 rokaat. setelah 4 rokaat, diselingi dengan ceramah. Ceramahnya berisi keutamaan bulan ramadan, yang membuatku teringat dengan ceramah-ceramah di indonesia, pesannya sama. Sholat witir dilakukan 2-1, dan di 1 rakaat terakhir setelah rukuk ada doa.
Selesai jam 10, anak-anak masih ceria. Pulang ke rumah yang memakan waktu 1 jam. di tengah jalan, tertidur juga anak-anak.

Catatan H1

H1, masih antara semangat dan canggung bangun pagi hari :) suami ngajak saur sebelum tidur, tapi aku mencoba mendekati saur, karena mau mencoba membangunkan Zahra, jadilah tidur seperti zombie, bangun setiap setengah jam. Jam setengah 3, mencoba membangunkan Zahra, yang terjadi: Zahra bangun, pindah tempat ke sofa, tidur lagi  Akhirnya mengikut saran suami agar Zahra sahur jam sarapan saja, dan jam puasa dilatih per-jam.
Hitungannya: Zahra biasa sarapan pukul 7, makan siang pukul 12. Kalau di sekolah tertib tanpa diseling cemilan, beda dengan di rumah ^^. artinya sudah bisa menahan 5 jam. Kami coba 7 jam puasa untuk hari pertama Zahra. Karena bangun jam 8, maka puasa hingga jam 3.

Selagi orang tuanya ke kampus, Zahra hari ini main di rumah kakak Aya; belajar puasa ceritanya ^^. Rupanya Zahra benar-benar taat jadwal  Sembari sudah lapar, bertanya ke Mamahnya Kak Aya "sekarang jam berapa?"
Jam 3:00 teng, Zahra makan ^^. 
Lalu puasa lagi hingga magrib :) 


Penutup catatan, mau copas artikel dari milis Fahima: Berpuasa dengan nyaman di Natsu…

Ramadhan sebentar lagi tiba, tapi ternyata Ramadhan tahun ini mungkin akan bersamaan dengan musim panas di Jepang. Butuh persiapan ekstra untuk yang ‘pertama kali’ puasa di musim panas karena musim panas akan menjadi ‘tantangan’ tersendiri bagi muslim yang akan berpuasa mengingat panjangnya waktu puasa plus suhu cukup tinggi yang mengakibatkan perubahan beberapa metabolisme tubuh.

 

Berikut ini beberapa tips untuk berpuasa dengan nyaman selama musim panas:

 

Melatih tubuh

Tubuh manusia memiliki kemampuan belajar dan adaptasi yang luar biasa, sehingga dengan memberikan training atau pelatihan, tubuh akan menjadi terbiasa dengan beban baru. Orang biasa, dalam kondisi biasa tidak akan mampu mengangkat barbel beratus-ratus kilogram, tapi atlet angkat besi yang terlatih akan dapat mengangkat barbel dengan mudah. Sama dengan puasa di musim panas, dimana tubuh tidak mendapatkan air dan makanan selama kurang lebih 18 jam, tubuh juga memerlukan training agar terbiasa dengan beban baru. Cara terbaik adalah melatih tubuh adalah dengan menjalankan puasa sunnah di musim panas. Puasa ini bukan hanya sekedar melatih tubuh untuk ‘terbiasa’ dengan beban baru, tetapi juga melatih diri kita untuk mulai mengatur asupan air yang cukup, memilih jenis makanan yang cocok dan memilih aktivitas yang tidak mengganggu selama berpuasa.

 

Memastikan pasokan air yang cukup sebelum berpuasa

Secara normal, orang dewasa rata-rata membutuhkan 2 – 3 liter air untuk membantu metabolisme tubuh bekerja dengan baik.

Pada puasa di musim panas, pendeknya waktu untuk makan dan minum sedikit memaksa kita untuk mengatur pasokan air secara cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi di siang harinya, antara lain dengan:

·         Siapkan air dalam botol 1 – 2 liter sebanyak kebutuhan harian yang diperlukan dan usahakan minum dari botol tersebut. Jika terpaksa meminum dari selain botol tersebut, usahakan mengingat volume air yang sudah diminum. Dengan menggunakan cara ini, maka kecukupan air yang diterima tubuh dapat dihitung melalui air yang sudah dan belum diminum.

·         Utamakan meminum air putih selama waktu berbuka

·         Jauhi minuman yang mengandung soda karena dapat mengakibatkan produksi gas yang berlebih di siang harinya

·         Makan sesuai dengan takaran kalori, jangan sampai kekenyangan, karena dalam keadaan kekenyangan akan mengakibatkan porsi untuk minum berkurang.

 

Makan dengan kalori dan proporsi yang seimbang

Selama tubuh mendapatkan nutrisinya dengan seimbang, maka puasa di musim panas tidak akan menimbulkan gangguan nutrisi pada tubuh. Selain itu, lamanya waktu puasa membuat kita harus memilih makanan yang dicerna lebih lama dan berindeks glikemik rendah. Beberapa tips mengenai pengaturan makan selama puasa di musim panas antara lain:

·         Mengakhirkan waktu sahur

·         Pilih karbohidrat kompleks, kaya serat, berindeks glikemik rendah seperti roti gandum utuh, nasi merah, kentang, oatmeal, dll. Karbohidrat kompleks, karena mengandung tinggi serat, akan dicerna tubuh lebih lama sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, karbohidrat dengan indeks glikemik rendah membuat metabolisme tubuh terutama insulin tetap stabil, sehingga kadar gula darah juga dapat dijaga stabil selama puasa.

·         Perbanyak sayur dan buah karena 2 jenis makanan ini sudah dikenal sangat luas mengandung bahan-bahan yang bisa merestorasi (memperbaiki) fungsi tubuh seperti serat, mineral, anti-oksidan dan juga air. Semakin segar sayur dan buah akan semakin baik karena sayur atau buah yang sudah diawetkan atau overcooked akan memiliki kadar gula yang lebih tinggi di samping kandungan bahan alaminya mungkin sudah jauh berkurang. Serat dari buah dan sayur ini juga akan memperpanjang waktu cerna makanan sehingga akan menimbulkan rasa kenyang lebih lama.

·         Memperbanyak protein seperti daging, telur dan ikan. Dalam pengolahan protein, usahakan sesederhana mungkin. Deep fried, memasak dengan santan atau cabe terlalu banyak mengakibatkan produksi gas lambung yang berlebih sehingga dapat menimbulkan keluhan lambung seperti perih, penuh, cepat lapar, konstipasi, dll.

·         Mengurangi makanan yang berkalori tinggi dengan nutrisi rendah seperti snack, gula-gula. Panjangnya proses pengolahan makanan berpengawet seperti snack mengakibatkan makanan tipe ini memiliki kalori tinggi namun tidak memiliki kecukupan nutrisi sehingga mengkonsumsi makanan seperti ini akan mengurangi kesempatan tubuh mendapatkan makanan sehat.

·         Jangan makan berlebih. Kebanyakan makan pun akan memberatkan tubuh mengolah makanan karena energi yang dihasilkan tubuh juga akan tersedot untuk mengolah makanan.

·         Memberikan asupan nutrisi untuk tubuh dalam bentuk multivitamin juga dianjurkan selama puasa di musim panas untuk memastikan bahwa tubuh mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

 

Menyesuaikan aktivitas harian selama puasa

Terbatasnya asupan air dan makan selama puasa mengakibatkan tubuh harus beradaptasi dengan level energi yang berbeda. Usahakan beraktivitas yang seimbang dengan asupan makan dan minum saat berpuasa. Pengaturan aktivitas ini meliputi antara lain:

·         Batasi aktivitas yang mengurangi level cairan tubuh seperti olahraga berat.

·         Usahakan berada di tempat yang cukup sejuk dan nyaman, karena dalam keadaan overheat, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat yang berarti berkurangnya level cairan tubuh.

·         Usahakan tubuh mendapat istirahat yang cukup selama berpuasa maupun waktu berbuka.

 

Tambahan, tulisan ini sangat terbuka menerima masukan, tips lain ataupun pengalaman pribadi yang sudah pernah merasakan puasa di musim panas...



dr. Flori Ratna Sari

Pelayanan Masyarakat

FAHIMA

Catatan H-1: Beberes

Ya!! H-1 diisi dengan beberes rumah, yang sudah seperti tsunami, dengan tumpukan gunung fuji lipatan baju  Target yang mepet waktu, but finally done. Alhamdulillah target bikin kalender dan ramadan list ternyata pas dengan ide di kelas Bhinneka sehari sebelumnya (liat entry sebelumnya). Zahra hari ini baik banget ikut bantu beberes kamarnya, juga ngelipet bajunya sendiri. 

Ada tips beberes yang sering kali aku langgar:
Jangan dipikir; dikerjakan saja! tau-tau beres deh ^^.
Jangan ditunda! semakin ditunda, semakin pusing deh ^^.

Aku aware dengan persiapan di rumah dari artikel di salah satu milis beberapa tahun yang lalu, yakni salah satunya dengan membersihkan dan menghias rumah, memberikan hawa yang sedikit berbeda dari biasanya.

Menghias rumah atau kelas atau ruangan lazim sekali dilakukan orang Jepang, setipa ganti musim, setiap ada event tertentu, pastilah rame dengan aneka hiasan, termasuk penjualan barang-barang di toko.

Walaupun ngga bisa benar-benar menghias rumah, tapi seengganya sedikit memberikan hawa-nya pada Zahra, yang masih sedang belajar ^^.


Ramadan, Yokoso!
Marhaban Ya Ramadan..

Catatan H-2: Munggahan dan Prakarya Ramadan

Munggahan. Sepertinya istilah sunda, dan mungkin kebudayaan di masyarakat sunda. Istilah yang digunakan untuk silaturhami menjelang bulan suci Ramadhan. H-2 jatuh pada hari Sabtu, 30 Juli 2011. Ada 2 acara di hari ini:
1. Lamaran adik bungsuku tersayang
2. Bhinneka: khusus kelas Bali dan Halmahera adalah mengenai Ramadan. Lalu setelah Bhinneka dilanjutkan dengan munggahan.

Hari ini kami berhasil skype dengan keluarga di Bandung, walau dengan sambungan yang putus sambung, dan rupanya banyak sekali saudara yang hadir. Jadi untuk pertama kali nya bisa skype dengan saudara-saudara! Kl kata Teh Tatiek "bisa ngeliat gambar bergerak" ^^. Seneng sekali bisa ngobrol walau sedikit-sedikit dengan banyak saudara sekaligus,  Bisa "ketemu" dengan sepupu2 dan ponakan-ponakan, yang udah pada besar-besar. dannn bisa ketemu dengan new-born Lana-chan, plus si kembar Dharma dan Dherma kun!  Bersyukur bisa turut ikut perkenalan keluarga mendengar sambutan dari calon Bapak mertua, yang sudah aku kenal, dan bisa mendengar sambutan dari Papah, sambil sesekali ikut senyam senyum :) dan bisa mengenal secara sedikit lebih "Life" dengan calonnya adik iparku ^^. 

Teknologi, dapat menghantar pada kehangatan silaturahmi tanpa kenal jarak 

Sore hari, kami berangkat ke Bhinneka, hari ini Zahra belajar mengenai Ramadan. Akira sempat ikut di kelas Tetehnya dulu, sebelum kemudian pindah ke kelasnya: Nias.
Cerita kelas Bali dan Halmahera di hari ini bisa dibaca di web bhinneka. Seringkali Zahra menjadi lebih termotivasi saat melihat temannya yang lain, atau saat belajar dari orang lain, seolah-olah mengkonfimasi apa yang dikatakan ibunya, he he.. Secara sederhana, anak-anak belajar apa yang harus dilakukan di bulan Ramadan, lalu membuat prakarya. Ini hasilnya Zahra:
Yang dilakukan setiap hari di bulan puasa:
1. Puasa
2. Sholat Tarawih
3. Baca Iqro
4. Sahur
5. Niat

Zahra menambahkan: がんばる,まいにち。Berusaha setiap hari!
Mamahnya sekalian ikutan bikin kalendar Ramadhan, yang dihias Zahra.
Hasil karyanya langsung ditempel di kamar Zahra pulang Bhineka 

Selesai Bhinneka, kami mengadakan munggahan, lengkap dengan makan potluck yang diatur, di taman perpus.



-Silaturahmi day 

Senin, 25 Juli 2011

Catatan H-15: Puasa Pertama Anak

Puasa pertama anak
tim PPA-Fahima

Kapan anak kita siap puasa?

Mungkin pertanyaan ini merupakan pertanyaan semua ibu-ibu, terutama menjelang bulan puasa.  Beberapa Ibu memulai sedini mungkin sedari anak-anak TK, ada juga yang menunggu anaknya lebih besar setelah anak duduk di bangku SD.

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, baik dari segi kesehatan, kekuatan fisik dan aktifitasnya. Sang Ibu lah yang paling tahu. Menurut Dr. Rashaad Laashin, pada umumnya anak akan siap berlatih puasa secara bertahap mulai usia 7 hingga 9 tahun, dan pada usia 10 tahun, anak yang sehat sudah siap udah puasa sepenuhnya.

“Kamu harus puasa dari matahari terbit hingga matahari terbenam”
Jika langsung, tentunya sangat berat untuk anak. Anak membayangkannya saja mungkin akan berkomentar “Muri! Ngga mau!” apalagi tahun 2011 ini, di Jepang bulan Ramadhan akan bertepatan dengan musim panas.

Mengajarkan untuk berpuasa secara bertahap dan dengan penuh kesabaran adalah hal yang tidak bisa kita hindari. Anak bisa mulai berpuasa hingga pukul 10, lalu bertambah hingga dzuhur. Jika sudah bisa, bertambah hingga Ashar. Lalu bertambah hingga pukul 6. Pada titik ini, kita bisa memberikan semangat yang lebih untuk berpuasa hingga magrib. “Hayu sedikit lagi Nak”

Beberapa point penting:
Ada beberapa hal yang sangat penting dari orang tua, sehingga anak kita dapat menghasilkan puasa yang optimum:
1. Kita harus mendorongnya berpuasa dari hati. Menjelaskan keutamaan Ramadhan pada sang anak adalah sangat penting. Pemaksaan untuk berpuasa dapat membawa akibat fatal, seperti anak berbohong dengan hanya berpuasa di depan orang tua nya, atau bahkan hingga membenci puasa.
2. Dorongan yang positif membawa pengaruh yang besar dan dapat lebih mudah membuat anak berpuasa. Pujian dan dorongan sangat penting untuk diberikan. Kita juga bisa memberikan hadiah baik berupa barang maupun berupa penghargaan.
3. Hal yang penting lainnya adalah menggali semangat yang kompetitif diantara anak. Hal ini efektif terutama jika anak mempunyai teman seumur dan juga seiman. Kita bisa mengajaknya ke pengajian lokal maupun ke mesjid untuk mempertemukannya dengan teman seumuran lainnya. Dalam hal ini, orang tua harus berhati-hati sekali membedakan dorongan yang membangun dengan perbandingan yang menjatuhkan. Berikan semangat bahwa teman-teman yang lain juga berpuasa untuk mendorongnya berpuasa, dan janganlah menghakimi anak kita jika kemampuan berpuasanya belum sama dengan temannya.
4. Perlu disadari pentingnya berpuasa secara bertahap. Puasa secara bertahap penting untuk memastikan kekuatan tubuh sang anak.

Apa yang harus kita lakukan jika anak kita berbohong mengenai puasanya?
“Saya puasa” (tetapi hanya saat Ibu melihat saya)

Dr. Hiba Isaawi, professor Psychology at the 'Ayn Shams School of Medicine, mengatakan terkadang anak perlu waktu yang cukup lama untuk memahami makna puasa yang sesungguhnya. Karenanya, jika sang Ibu menemukan anaknya makan secara diam-diam, ataupun jika kita menemui kesulitan untuk mengajari anak berpuasa, berikut beberapa rekomendasi:
1. Jangan pernah memarahi anak, dan jangan sama sekali mengatakan anak “pembohong”. Berikanlah penjelasan secara tidak langsung, misalnya melalui buku cerita, mengenai tidak baiknya untuk berbohong atau makan diam-diam di jam puasa.
2. Berikan penghargaan setiap hari, setiap anak berhasil berpuasa hingga titik yang disepakati. Penghargaan ini bisa berupa hadiah, uang, atau hal lainnya. Penghargaan harian sangat penting, untuk menghargai jerih payahnya setiap hari.
3. Jangan terlalu berharap anak kecil berpuasa sehari penuh. Lakukan secara bertahap, dan tambahlah waktu setiap harinya, sesuai dengan usia dan kemampuan anak.
4. Pada saat anak puasa, pastikan untuk memberikan pujian, dan juga memberikan pujian di depan anggota keluarga lainnya, untuk menaikkan semangat dan kepercayaan dirinya. 
5. Jangan menaruh makanan ataupun minuman di tempat yang bisa terlihat oleh anak.
7. Kembangkan suasana yang religius dan atmosfer bulan Ramadhan di rumah. Berikan kepada anak suasana rumah yang berbeda, seperti menghias dinding dengan gambar yang baru bertema ramadhan. Ramadan harus menjadi sesuatu yang spesial.


Semoga kita memberikan pengalaman yang spesial di bulan Ramadan ini kepada anak-anak kita.

Tentunya, pengalaman Ibu-Ibu ditunggu ya, bagaimana realita, tips dan trik mengajarkan dan menanamkan semangat berpuasa kepada anak-anak kita di musim panas negeri Sakura.




Sumber: Hinaa al-Hamraani, http://www.ezsoftech.com/ramadan/ramadan31.asp

Catatan H-7: Jadwal Ramadhan 1432H

Bulan puasa kali ini, akan jatuh di bulan Agustus, bertepatan dengan musim panas di Jepang, dan bertepatan dengan libur musim panas anak-anak sekolah.

H-7 masih berkutat melunasi utang *kebiasaan buruk mepet di akhir* yah hitung-hitung latihan.

Ini time table jadwal sholatnya, untuk kawasan Nagoya dan sekitarnya.

August  

         Fajr     SHurwwQ  DHuhr    `ASir    MaGHrib  `ISHaa' 
  Date   Dawn     Sunrise  Noon    Afternoon Sunset  Evening  
   1     3:23     5:01    11:59     3:45     6:56     8:27 
   2     3:24     5:02    11:59     3:44     6:55     8:26 
   3     3:25     5:02    11:58     3:44     6:54     8:25 
   4     3:26     5:03    11:58     3:44     6:53     8:24 
   5     3:27     5:04    11:58     3:44     6:52     8:22 
   6     3:28     5:05    11:58     3:43     6:51     8:21 
   7     3:29     5:05    11:58     3:43     6:50     8:20 
   8     3:30     5:06    11:58     3:43     6:49     8:18 
   9     3:32     5:07    11:58     3:42     6:48     8:17 
  10     3:33     5:08    11:58     3:42     6:47     8:16 
  11     3:34     5:08    11:57     3:42     6:46     8:14 
  12     3:35     5:09    11:57     3:41     6:45     8:13 
  13     3:36     5:10    11:57     3:41     6:44     8:12 
  14     3:37     5:11    11:57     3:41     6:43     8:10 
  15     3:38     5:12    11:57     3:40     6:41     8:09 
  16     3:39     5:12    11:57     3:40     6:40     8:07 
  17     3:40     5:13    11:56     3:39     6:39     8:06 
  18     3:41     5:14    11:56     3:39     6:38     8:04 
  19     3:43     5:15    11:56     3:38     6:37     8:03 
  20     3:44     5:15    11:56     3:38     6:35     8:01 
  21     3:45     5:16    11:55     3:37     6:34     8:00 
  22     3:46     5:17    11:55     3:37     6:33     7:58 
  23     3:47     5:18    11:55     3:36     6:32     7:57 
  24     3:48     5:18    11:55     3:35     6:30     7:55 
  25     3:49     5:19    11:54     3:35     6:29     7:54 
  26     3:50     5:20    11:54     3:34     6:28     7:52 
  27     3:51     5:21    11:54     3:34     6:26     7:50 
  28     3:52     5:21    11:54     3:33     6:25     7:49 
  29     3:53     5:22    11:53     3:32     6:24     7:47 
  30     3:54     5:23    11:53     3:32     6:22     7:46 
  31     3:55     5:24    11:53     3:31     6:21     7:44