Tampilkan postingan dengan label ppi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ppi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Launching Buku Magnitudo 9, LTfS dan Bunda Sakura @ Nagoya

Lama tak bersua di MP, 
mau menyampaikan kabar
Alhamdulillah semalam (Kamis 14 Oktober 2011) telah di-launching
(mungkin lebih tepat di-sosialisasi-kan, ^^) 
Buku baru dari FLP-J serta Fahima:
1. Magnitudo 9
2. Laa Tahzan for Students
3. Bunda Sakura.

Launching mengambil kesempatan pada acara DIBAKAR PPI-Nagoya
(DIskusi BAreng paKAR) bersama Bpk. Djati Mardiatno, dosen Fakultas Geografi UGM
Dengan topik: Pengurangan Resiko Bencana di Indonesia

Karena tema yang "nyambung", 
(ditambah "utang" presentasi mengenai gempa tohoku pada acara DISAMBEL-DIskusi SAMBil LEyeh-leyeh)
Maka saya mengambil kesempatan DIBAKAR kemarin untuk launching buku Magnitudo 9.
Lalu karena pencocokan jadwal yang seringkali sulit, 
jadilah secara spontan sekaligus mensosialisasikan buku Laa Tahzan for Student
- yang tertunda-tunda lama.. dan tak terasa kini, 2 penulis dari Nagoya, baik Ryka maupun Sunu sudah berpindah kota-
serta buku yang baru terbit dari Fahima-FLP: Bunda Sakura.

Ternyata 1 jam itu kurang sekali ^o^

Karena tema yang nyambung dengan topik Bapak Djati,
Pembahasan diawali buku Magnitudo 9 langsung bab "Sekilas Tentang Gempa dan Tsunami"
yang alurnya mengikuti pertanyaan dari audience.
Lalu dipaparkan ringkasan buku dan kelebihan buku ini,
kayanya sudut pandang, fresh, dan bahasa yang ringan.


Lalu dilanjutkan ke Buku Laa Tahzan for Students, 
dengan ragam latar belakang penulis dna pengalaman,
yang semua bermuara pada satu pesan:
Ganbareba, Dekiru!

Kemudian ditutup dengan Bunda Sakura,
yang lebih rame disambut oleh para gadis yang ingin menjadi Bunda
dan para bujang yang mencari Bunda :)

Waktu sudah time up ketika masuk ke buku LTfS dan Bunda Sakura, 
sehingga hanya bisa menjelaskan silas saja.
*mungkin perlu edisi ke-2 ^o^*

Ini merupakan pengalaman pertama-ku
jadi pastinya masih banyak kekurangan di sana sini.
Mohon maaf karena ngga mensosialisakan mengenai acara ini sebelumnya.

Menghaturkan segenap terimakasih pada Teh Yayu, Mba Vivi dan Mba Nurul
yang bener2 bantuin persiapan langsung di hari-H :)
Hontouni Tasukarimashita.
Jazakillah khoiron khatsira.

Tambahan info.
Harga di Jepang:
Magnitudo 9: ¥850, 100% disumbangkan untuk korban bencana Tohoku 2011
Laa Tahzan for Student: ¥600. Royalti dikumpulkan untuk mewujudkan cita2 pelajar yang bertekad melanjutkan pendidikan tinggi di Jepang.
Bunda Sakura: ¥600

Minggu, 24 Juli 2011

PORMAS PPIJ perdana 2011 @ Tokushima

Tadinya pengen nulis detail ttg perjalanan Pormas Pertama PPIJ ini, apa daya otak lagi kurang bekerja.
Sooo ini copas laporan pandangan mata dari PJ wilayah chubu aja yah hehe.. plus release dari PPIJ, dan Korda Tohoku + Shikoku

overall.. semua rasa ada!! 

New adventure! pertama kali menyebrang dari pulau Honshu ke pulau Shikoku, menuju Tokushima yang indahhh banget!

Menyenangkan! bisa ketemu temen2 PPIJ dari Hokkaido, Tohoku, Hokuriku, Tokyo, seperjalanan di bis dan bareng2 di ryokan. sayang kurang banyak interaksi dengan teman2 dari kansai/kyushu, kecuali sama Farah-chan yang semangat ^^.

Welcome dinner, photo Mas Badruz Zalam, Kansai

Menyejukkan!! Apalagi saat bis mulai melewati Kobe, lalu menyebarangi jembatan Honsu-Shikoku, lalu naruto bridge, pemandangan laut bisa sejuk! plus bous ryokannya di pinggir pantai! indah bangettt!! ada koen nya pula, anak-anak seneng banget main di koen dan di pantai! dannn bisa menikmati sunrise juga ^o^

Bisa olahraga! finallyy aku olahraga lagi!! dann jadi pengen main badminton!!

Keringetan!! selain dari olahraganya, gedungnya itu loh, panas buangettttt--!! anak-anak jadi lebih betah main di luar, yang ternyata lebih sejuk dengan angin sepoi-sepoi

Belajar hal baru! obrolan santai sembari menunggu bis bersama duo atlit Kang Agus dan Mas Bayu membuka dunia olahraga. 


Cuape!! Pulang bawa oleh-oleh badan pegal-pegal dan sakit kepala *sakit kepala mah sigana gara-gara panas*


Salut deh pokonya sama segenap panitia, baik kerja keras anitia di Tokushima, maupun dari teman-temen inti PPIJ atas effort ngumpulin semua orang.

Terimakasih untuk yang udah ngajakin!

 dari PPI-J:

PPI Jepang Gelar Pekan Olahraga Mahasiswa Indonesia
Pertama se-Jepang

Pada tanggal 17 Juli
2011, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ) menghelat sebuah acara yang
patut dicatat dalam buku sejarah. Betapa tidak, untuk pertama kalinya semenjak organisasi
ini dibentuk pada tahun 1953, PPIJ berhasil mengumpulkan mahasiswa Indonesia
se-Jepang dalam sebuah kegiatan olahraga yang bertajuk Pekan Olahraga Mahasiswa
(PORMAS). 

Dalam acara ini,
mahasiswa Indonesia di Jepang mempertaruhkan gengsi daerahnya masing-masing
untuk memperebutkan piala bergilir dan hadiah-hadiah yang menggiurkan dari
Yonex dan Hokuto Bank selaku  sponsor
dalam ajang tahunan ini. Piala ini diperebutkan oleh sembilan perwakilan PPIJ
yang terdiri dari daerah Hokkaido, Tohoku, Kanto, Kansai, Hokuriku, Chubu,
Chugoku, Shikoku, dan Kyushu-Okinawa. Dalam kegiatan ini, perwakilan PPIJ
wilayah Shikoku bertindak sebagai tuan rumah dan menetapkan Provinsi Tokushima
sebagai tempat pelaksanaan acara. Tak kurang dari Wakil Gubernur Tokushima Hideo
Saito, Konjen Osaka Ibnu Hadi serta Atase Pendidikan KBRI Tokyo, Profesor
Edison Munaf, turut hadir dan membuka PORMAS yang pertama kali dihelat secara
nasional di Jepang ini. 

Dalam sambutannya, Hideo
Saito menyatakan ketakjubannya terhadap penyelenggaraan acara yang juga
didukung oleh Persahabatan 
Indonesia-Jepang Tokushima. Kegiatan ini, urai Saito, merupakan sebuah
tonggak penting dalam peningkatan hubungan baik Jepang khususnya pemerintah
daerah Tokushima terhadap kegiatan WNI, khususnya pelajar yang sedang menempuh
studi lanjut di Jepang. Meskipun tidak ada peserta dari pihak Jepang tetapi
setidaknya kegiatan ini membantu untuk mempromosikan kebudayaan daerah
Tokushima kepada para WNI yang berdomisili di Jepang. Saito kemudian
menambahkan bahwa duka dan derita akibat 
bencana yang terjadi di Jepang bulan Maret yang lalu sedikit banyak
terobati oleh usaha para mahasiswa Indonesia di Jepang melalui kemeriahan dan
keceriaan yang dibawa melalui kegiatan ini. 

Antusiasme besar tampak
dari seluruh korda, terbukti dari pengiriman kontingen dalam setiap
pertandingan. Para peserta PORMAS datang dari seluruh pelosok Jepang dengan
semangat tinggi. Tengok saja Himawan Sutanto, salah satu peserta asal Hokkaido
yang bersama teman-temannya harus menempuh perjalanan darat selama 31 jam untuk
mencapai Tokushima. Ekspresi kelelahan memang tampak dari pria yang sedang
menempuh studi di Hokkaido University ini, namun kecerian tetap tersembul dari
senyumnya yang terus terkembang selama pelaksanaan PORMAS. Perjalanan panjang
kontingen Hokkaido akhirnya terbayar dengan perolehan 1 medali emas dan 1
medali perak dari cabang tenis meja.

Kegembiraan juga tampak
pada seorang Adam Badra Cahaya. Jika anda baru pertama kali melihatnya, anda
pasti tidak akan pernah menyangka bahwa dia pernah menjadi pengungsi di daerah
Sendai akibat bencana Tsunami bulan Maret yang lalu. Duka itu kini telah
berangsur hilang dan berganti dengan kegembiraan.

Edisi pertama PORMAS PPIJ
ini pada akhirnya menghasilkan daerah  sebagai juara umum dengan menggondol 2 emas 2.
perunggu diikuti dengan daerah Kyushu Okinawa sebagai runners up dengan
menghasilkan 2 emas.

 
Fithra Faisal Hastiadi
President, Indonesian Student Association in Japan, 2010-2011
PhD Student,Waseda University
+81-90-6476-2891 (http://ppijepang.org/)http://hastiadi.blogspot.com


 dari Korda Chubu:

Assalamu'alaykum wr.wb.

dear All,

Selaku manajer dadakan dalam PORMAS PPI Jepang di Tokushima (16-18 Juli 2011), saya memberanikan diri untuk menulis laporan pandangan mata dalam kegiatan ini.

Jadi.... Korda Chubu mendapat Juara Umum 3 dengan mengantongi 3 medali.
1 Emas (Ganda tenis meja)
1 Perak (Ganda Putra Badminton)
1 Perunggu (Tunggal Putri Badminton)

Korda yang berhasil membawa pulang Piala Bergilir adalah Tohoku (dengann 2 emas dan 3 perunggu), runner up direbut Korda Kyushu-Okinawa dengan 2 emas. Hmm, Menempati peringkat tiga dari 9 KORDA merupakan hasil yang (ajaib dan) patut disyukuri mengingat persiapan yang sangat-sangat-sangat minim dan pemain yang bisa berangkat baru dipastikan beberapa jam sebelum dedline pendaftaran :-D

Setelah menempuh perjalanan panjang dan dibela-belain naik kereta pagi-pagi sampailah kami di Vila tepi Pantai di Shikoku. Setelah leyeh-leyeh dan sesi pemotretan di tepi Pasifik, menjelang Maghrib acara pembukaan PORMAS di buka dengan dihadiri oleh Perwakilan KBRI, KJRI dan wakil Gubernur Tokushima. Menu makan malamnya ada soto, gado-gado dengan main dish-nya Gudeg Yogya. 

(info gak penting : saya ditodong buat jadi MC dan translator dadakan setelah jadi manajer dadakan, huhu T__T )

Acara dilanjutkan dengan makan malam dan manajerial meeting untuk menentukan aturan-aturan dalam PORMAS kesesokan hari. Setelah menerawang peta kekuatan masing-masing KORDA, banyak KORDA yang masih sibuk berdiskusi menguatkan strategi. Kenapa? Karena ada mantan atlet Pelatnas yang ikutan jadi peserta dalam Pormas kali ini :-P sehingga cukup berubah-lah distribusi pemain dalam cabang bulu tangkis. 

Tempat pertandingan di tempuh selama kurang lebih 40 menit dan acara langsung dimulai tanpa dibuka lagi karena mengejar waktu. Ada 3 lapangan untuk bertanding Badminton sementara Tenis Meja diselenggarakan di lanntai dua. Suasana dalam ruangan benar-benar panas. Lantainya saja hangat. Tempat bertanding tenis meja, apalagi, supporternya aja gak betah aking berasa 'dikukus' dalam ruangan. Salut buat pemain yang gigih bertanding sampai menelurkan satu medali emas. :-))))

Pertandingan final ganda bulu tangkis (baik putra maupun putri) paling rama ditonton. Pertandingan tunggal tidak terlalu ramai karena semua sudah tahu siapa yang bakal jadi juaranya (temennya Taufik Hidayat lah yah). Tim Chubu dengan anggota terbatas memakai botol-botol berisi kerikil untuk memberikan dukungan, tidak mau kalah dengan Tim Kyushu-Okinawa yang teriak-teriak sambil memukul botol dan tangan ke lantai. 

Ternyata pertandingan selesai sebelum jam 5 sore, satu jam lebih cepat dari yang diperhitungkan. Senang? Iya kalau tahu kita bisa manndi di tempat pertandingan sehingga tak perlu antri saat balik ke penginapan. Bus sudah terlanjur dijadwalkan sampai pukul 7, sehingga para kontingen dari Tohoku, Chubu dan kanto harus duduk-duduk di depan GOR sampai jemputan tiba. Kontingen korda lainn sudah diberangkatkan terlebih dahulu untuk mengejar bus/pesawat/shinkansen ke daerah bermukimnya masing-masing.

Demikian laporan pandangan mata kali ini. kalau ada salah katak atau salah ketik mohon dimaklumi. Dannn~~ Mari mempersiapkan Chubu-Match untuk memetakan kekuatan PPI Chubu supaya bisa jadi juara umum dalam PORMAS tahun depan. 

Otsukare-sama deshita untuk TIM SATRIA CHUBU!!
Selamat beristirahat!

Salam,

Sunu Hadi

Kontingen Chubu bersama ketua PPIJ, Mas Fithra: 
Mas Subhan, Kang Agus, Mas Endra, Mas Hendy, Ika, Sunu, Teh Ika, Rahma,
plus Zahra dan Akira.
 Dari Korda Tohoku:

PPI Tohoku Juara Umum PORMAS PPI Jepang 2011

Alhamdulillah, PPI Jepang Korda Tohoku berhasil menjadi juara umum pada pekan olahraga masyarakat (PORMAS) yang diselenggarakan oleh PPI Jepang dengan panitia lokal PPI Tokushima, di pulau Shikoku, 17 Juli 2011. Perjalanan jauh dan melelahkan dari Sendai ke Tokushima yang memakan waktu total 22 jam menjadi tak terasa dengan kemenangan ini. Pada PORMAS PPI Jepang 2011 ini, seluruh cabang yang diikuti PPI Tohoku berhasil mendapatkan medali, dengan total 2 medali emas dan 3 medali perungu yang diraih. Berikut ini adalah susunan pemain yang diturunkan PPI Tohoku beserta medali yang diperoleh:
1) Tunggal Putra Badminton: Bayu Dwi Apri Nugroho (Iwate), Emas
2) Tunggal Putri Badminton: Clara Lies Triana Dewi (Sendai), Emas
3) Ganda Putra Badminton: Zahrul Fuadi, Ardiansyah (Sendai), Perunggu
4) Tunggal Putra Tenis Meja: Ahmad Ridwan (Sendai), Perunggu
5) Ganda Putra Tenis Meja: Ahmad Ridwan, Ikhtiar (Sendai), Perunggu

Kami mengucapkan terima kasih pada panitia lokal PPI Tokushima, PPI Shikoku, serta PPI Jepang untuk keakraban yang dibangun dalam PORMAS kali ini. Selamat untuk seluruh peserta dan terima kasih untuk dukungan warga PPI Tohoku, terutama PPI Sendai dan Iwate.
がんばろう東北!

Ditulis dari Tokushima, dalam masa penungguan bus pulang. 

Manajer tim (Ketua PPI Korda Tohoku),

Adam Badra Cahaya.

 Dari Korda Shikoku:

 Foto @ FB:

Rabu, 14 Juli 2010

Kelulusan 14 Juli 2010

Rabu, 14 Juli 2010, merupakan gerbang pelepasan terlaluinya perjuangan panjang babak-babak sidang doctoral dari Mba Murni Sensei, Hajjah, Kepala Sekolah SD Bhinneka, pemilik blog berguru, dan editor utama majalah Inovasi online milik PPI, guru Bahasa Indonesia dan sederet aktifitas lainnya.

Perjuangan dalam babak akhir desetrasinya dituangkan di
Bener-bener terharu membacanya 

Bagiku, Sosok Mba Murni selalu memberikan cahaya di sekitarnya. Beliau orang yang selalu bersungguh-sungguh, dan sangat peduli dengan sekitarnya.
Semoga anak-anak Sd Bhinneka di bawah asuhannya, tim shoroganmeidai di bawah bimbingannya, kami teman-teman semua juga bisa kembali memancarkan cahayanya!

Semoga Ilmu yang disampaikan Mba Murni selalu abadi aliran pahala, membawa aliran manfaat yang tak pernah terputus dan selalu berkembang.

Mungkin aku tak berarti  bagi dirinya,, tapi dirinya berarti bagiku. Ah,, waktu berlalu begitu cepat! sering aku ingin memberikan sesuatu untuknya di masa stress nya,, tapi kesibukanku menenggelamkanku.. Senyumnya yang terlihat begitu cerah kemarin, hanya bisa kunikmati sekejap. belum sempat berbincang, sudah terpotong waktu untuk menjemput anak-anak.

Aku tau, dirinya berarti banyak banyak orang.. Seorang Hj Murni Ramli, PhD, sensei :)

Sukses selalu, Mba Murni!

Hadiah terindah di bulan dilahirkan
dilahirkan kembali dalam gerbang baru ^o^


Kamis, 08 Juli 2010

Temu Ilmiah PPIJ 2010

Start:     Jul 9, '10
End:     Aug 8, '10
Temu Ilmiah PPIJ 2010
@Nagoya University,
7-8 Agustus 2010

official site: Temu Ilmiah PPIJ

pendaftaran paper hingga 20 Juli 2010

Sabtu, 22 Mei 2010

Togo Kodomo Matsuri and Shinmaiko Beach




We attend a children festival today: Togo Kodomo Matsuri, in Togo town hall.
We had performance from children of SD-Bhinneka and Indonesian game stand by PPI (Indonesian Student Association). It was first time for Zahra to perform an Indonesian dance: Bambu dance. and we enjoyed! tanoshikatta desu!

We had beklen and congklak game in the stand, and in front we did bambu dance with japanese children. I`m happy that many of japanese children came and tried our game! And their all really ganbateru!

In the green grass in front of the stand, many japanese children enjoyed bambu dance!

Couldn`t took many photos, coz I was busy with the dance preparation, going around with children, loonggg qeuing for Odango, lunch, bambu dance with japanese children and beklen with japanese children!

Finished at 2, we decide to continu to the beach: Shinmaiko Beach. We enjoyed a lot there!

And to close the day, we end up in Kashmir Kare resto ^o^ with little tragedy.

note. photos with "togo2010-number" are from Teh Nining and Bang Iru`s album!

Selasa, 24 November 2009

Lomba Pidato Bahasa Indonesia

Alhamdulillah pada hari minggu 22 November 2009 telah dilaksanakan lomba pidato Bahasa Indonesia ke-2 di Nanzan University, Otsukaresama - !

My journal story
Kalau ngga salah, Lomba Pidato ini adalah hasil kerjasama PPI dan Nanzan University, tentunya bersama KBRI. Ini ada kedua kalinya dilaksanakan, pertama kalinya bulan November tahun kemarin, sepertinya lagi, ini diantaranya adalah berkat usaha keras dari Pa Roni, Ketua PPI tahun lalu, yang lulusan sastra jepang.

Setelah ngga bisa datang tahun kemarin, alhamdulillah tahun ini bisa dateng! hehe.. thanx a lot to my husband, yang udah bersedia  kerja *ngolah data* di rumah sambil ngasuh 2 anak  kecil. Moga selesai dengan baik dan tepat waktu tesisnya! amiiinnn *bulan desember dah harus submit, mana ini masih ngolah hasil survey kemarin ke aceh* Sebenernya mau ngajakin anak2, tapi karena tau harus duduk manis, ya milih main di rumah, ada ayahnya, katanya liat tariannya Ka Fira-nya Kirei dan Ka Fira-nya Kanes dan Ka Aya di komputer aja! hehe.. dan Akira mah ikut Tetehnya lah :D

Maaf untuk Reiko San, ngga jadi liat konsernya, padahal udah dikasih tiket gratis, cuman waktunya bersamaan bangettt  >.< yah begitu deh, karena Mba Sus minta dibantuin angkut konsumsi, akhirnya jadi mantep berangkat ke Lomba Pidato Bahasa Indonesia, soalnya penasaran bangettt!!!

Berangkat jam 1 ke Nanzan University, alhamdulillah mobil bisa masuk, dan free! *yg paling penting :D * dan tempat parkirnya persis depan gedung lomba, gedung D. Datang bersamaan dengan Pa Edison Munaf dari KBRI, Pa Risman - salah satu juri dari wakil KBRI, dan Bu --- *maaafff lupa* juga Pa Imam. Waktu sampai Tari Anjasmara Ka Fira kuadrat sudah selesai *hiks*, pembukaan dari Prof Hiroshi Fujimoto - Dekan Fakultas Studi Bahasa-bahasa Asing - juga sudah selesai, saat itu Pa Moriyama sedang memberikan speech, mungkin sambil nunggu Pa Edison sampai. Begitu tiba, Pa Edison langsung memberikan sambutan, dalam bahasa Indonesia dan Jepang. Dilanjutkan dengan perkenalan para juri, yang sudah duduk manis di barisan kedua dari depan   ada Prof Haruya Kagami, Pak Riza Perdana Kusuma *GM Garuda di Nagoya*, Pak Risman *wakil dan KBRI*, dan Mba Devi *wakil PPI* yang paling cantik apalagi pake baju batiknya otsukaresama!

Lomba pidato dibagi 2 kategori, Level 1 dan Level 2. Katanya Level 1 adalah bagi mereka yang pernah ke indonesia tidak lebih dari 3 bulan, dan level 2 adalah bagi mereka yang pernah ke indonesia lebih dari 3 bulan. (nah loh yang blm pernah ke indonesia gmana). Semuanya berpidatao tanpa menggunakan naskah!! hebat2 deh pokonya.. dan yang menariknya, para hadirin juga dipersilakan untuk memilih 1 orang favorit dari masing2 level, jadilah aku membuat catatan hehe *pura2 juri, kekekek*

Level 1, ada 10 peserta:
1. Asumi Iwamoto (P): Mengetahui daya tarik Indonesia
    Peserta pertama yang langsung membuatku tertarik! wahh hebat banget orang jepang berbahasa indonesianya. perlahan dan lancar, isi pidatonya ttg daya tarik indonesia secara general, pengalamannya di bali dan masih kurang bergaugnya `Indonesia` di jepang. dia mengharapkan bisa lebih populer lagi, amiinnnnn
2. Masae Muraishi (P): Semangat dan spirit hidup dari 2 bangsa yang berbeda.
    Ibu ini datang dari Toyotashi dan member dari Hippo Club, yang hobi mempelajari bahasa2 di dunia. Kayanya beliau deh yang bicaranya paling cepat! sebenernya sih lancar, tapi mungkin karena grogi, jadinya kecepetan bicaranya, dan alurnya jadi maju mundur, agak susah diikuti, tapi seneng banget deh dengernya. Beliau ceirta pengalamannya ke Indonesia, tinggal di keluarga Indonesia yang sebelumnya home stay di beliau, dan cerita menghadiri pesta pernikahan.
3. Natsumi Sakata (P): Tali Kasih
    Dia juga lancar bahasa indonesianya! perlahan,, terkadang terpatah2. ceritanya mengenai perawat, dan kosakata yang digunakan lumayan sulit juga! jadi terkadang lupa deh :)
4. Kouta Umeki (L): Cita-citaku yang kutemukan di Pulau Bali.
    Dia ini salah satu kandidat favorit hehe cerita pengalamannya di bali dan renungannya, bagus deh pidatonya, dan terlihat tekadnya kuat untuk belajar bahasa indonesia, dengan cita2 ingin menjadi penghubung Indonesia-Jepang, aminnnn!
5. Kento Eguchi (L): Masakan di Indonesia Yang Enak dan Menarik
    Cerita pengalamannya 1 minggu di Indonesia, tentang masakannya. nah,, kalau dia groginya keluar hehe.. tapi berhasil hingga selesai!!
6. Chisato Aimu (P): Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi gunung, bukan hanya bukit!
    Ini juga salah satu kandidat favorit, cantik, bahasa indonesia perlahan, terstruktur dan lancar banget, dan kelebihan dari yang lain: dia banyak banget pake phrase2 *atau apa yang namanya* kaya judulnya itu: sedikit2 lama2 menjadi bukit, jauh di mata dekat di hati, hebat deh! 
7. Munetaka Tateishi (L): Marilah Kita Dukung Calon Perawat Medis dan Perawat Lansia dari Indonesia
    Nah, kalau beliau ini, yang palng lancaarrrrr!! udah kaya orang Indoensia, bicaranya juga seperti ga terlalu dipikir, maksudnya, kaya udah mengalir aja, dan bener2 berasa pidao beneran, soalnya real sih, jadi kaya nonton TV hehe.. tapi kayanya salah kategori deh, udah level advance :D beliau ini menuturkan kisah perlunya tenaga perawat dari luar negeri, untuk mendukung kebutuhan perawat di jepang. juga tata cara edukasinya, dan sebagainya. Jadi ternyata lansia di jepang semakin bertambah banyak, dan diperlukan perawat2 untuk lansia dengan jumlah banyak, yang tidak tercukupi dengan hanya tenaga jepang. Ternyata juga, kalau sekolah perawat biasa itu perlu waktu 3 tahun, tetapi untuk perawat lansia itu perlu 4 tahun. Dia juga menyarankan agar para perawat dari indonesia mendapat pelajaran bahasa jepang1 tahun di indonesia sebelum berangkat, dan 6 bulan pertama di jepang. juga menginginkan peningkatan kerjasama Indnesia-Jepang.. kurang lebihnya sih..
8. Haruka Arakawa (L): Pelajaran dari Gempa Bumi
    Ini kosakata pilihannya juga cukup sulit-sulit!! jadinya terkadang perlu waktu untuk mengingat kembali kata2 dalam satu kalimat. bagus deh, dia cerita gimana gempa dan mitigasinya di jepang, tentang prediksi tokai earthquake, struktur bangunan tahan gempa, dan ternyata di jepang itu ada istilah untuk saat gempa terjadi! *OHASHI (Sumpit)* dan itu   singkatan untuk saat terjadi gempa.. apa ya lupa O-nya. HA- untuk HASHIRANAI,  kalau  jangan berlari, SHI-nya juga lupa,, hehe,, parah.. dia menganjurkan di indonesia juga bikin singkatan yang mudah diingat gitu, jadi diharapkan bisa mengurangi korban juga.  
9. Manami Kawaguchi (P): Hal yang harus dihargai
    Another favorit candidate :D mengulas perbedaan2 dasar antara indonesia dan  jepang, dari 2 hal: struktur bahasa, dan minat politik. dari struktur bahasa, dia mengulas kata `depan`. dalam bahasa indonesia, untuk merujuk kejadian yang akan datang, kita menggunakan depan, misalnya bulan depan. dan depan itu cenderung dengan maju ke depan (move forward). sedangkan dlm bahasa jepang, depan itu `mae`, dan jika digunakan, misalnya dalam `Shu` (minggu) jadi `senshu` atau minggu kemarin. jadi penggunaan kata depan merujuk ke belakang (posisi kita saat ini di depannya) menarik juga. kemudian dia mengulas pemilu. di indonesia, kalau ikut pemilu, kita kan diberi tinta di kelingking yang sulit hilang, dan dia heran akan hal itu, kalau orang jepang dikasih tinta sulit hilang, mungkin ga ada yang mau hehe.. jadi ternyata angka ikut pemilu generasi muda di indonesia itu jauh lebih tinggi dari di jepang. mungkin karena orang muda di jepang berpikir `siapapun sama` hehe.. ternyata..   pidatonya ini lancar banget!!
10. Chihiro Inagaki (P): Islam di indonesia yang saya ketahui
      Peserta terakhir ini lumayan juga bahas mengenai agama2 di indonesia dan islam secara umum yang dia ketahui. bagus juga pidatonya!

pokonya bagus2 banget dehh semuanya, dan topiknya pada menarik2!

.. dannnn... pilihan juri pun jatuh kepada ... Chisato Aimu!! Omedetou!!

Level 2, ada 4 peserta:
Nah kalau di level 2 ini, ternyata selain pidato, ada tambahan, harus menjawab 2 pertanyaan dari Pak Roni dan Pak ---. lumayan juga pertanyaannya, gampang-gampang susah!!

1. Shouichi Nakama (L): Sahabat saya
    Kocak, cerita mengenai sahabat2 indonesianya, gmana dia terharu pada waktu sakit ditengok dan dibawakan makan.
2. Narumi Ozaki (P): Manfaat mempelajari dan menguasai Bahasa Asing
    Ibu ini jauh2 datang dari Hokkaido loh! hebat! guru bahasa inggris, pernah ke indonesia belajar batik seminggu, saat itu blm bisa bahasa indonesia, jadi modalnya bahasa inggris aja, yappari, memang sih dengan bahasa inggris aja, apalagi dengan masyarakat lokal, kurang bisa akrab, jadi sepulang dari sini, dia belajar behasa indonesia, dan kembali lagi ke tempat yang sama, dan kali ini lebih akrab! tampak senang sekali!
3. Masahiro Hagusa (L): Manfaat Belajar Bahasa Indonesia
    ` Perkenalkan nama saya Masahiro Hagusa, akan tetapi saya lebih senang jika dipanggil MasAgus` hahahah.. dia ini yang paling bodor pidatonya, seperti mendongeng, salah satu yang rileks, dan pintar bermajinasi, jadinya kisahnya itu terbalut dongeng, atau gimana ya, gitu deh.. paling berkesan untukku, karena dengan bahasa asing dia mampu membalutnya dengan komedi.
dia mengisahkan pengalamannya sewaktu mendapat masalah dengan visa dan harus ke singapur beberapa hari. `wah bagaimana saya harus membayar, uang pesawat saja sudah sangat mahal. akhirnya saya mendapat ide bagus! saya akan menjalankan misi seperti di film terminal, dengan menampikan bintang: Mas Agus!`
diapun tidur di bandara, semalem no problem, `malam kedua, saya didatangi 2 polisi bandara berbadan besar, seperti raksasa` ga boleh tidur di bandara :D akhirnya salah satu polisi itu mengantar MasAgus ke Hotel, di perjalanan, mereka pun berbincang, hingga tau lah polisi itu kalau MasAgus mahasiswa yang sedang belajar bahasa indonesia. ternyata! polisi itu orang indonesia! jadilah mereka jadi akrab, dan akhrinya, MasAgus tdur di rumah polisi itu selama 1 minggu, dikasih makan, bahkan dikasih kunci!! yang cukup bikin dia heran, ko bisa langsung dipercaya pegang kunci :D kejadian itu bikin dia bersyukur banget atas kemampuan bahasa indonesianya, yang mampu membuatnya akrab dengan sang polisi.
Manfaat berikutnya dari bahasa indonesia (berdasarkan pertanyaan pa roni) untuk dia, adalah karena dia ingin  bekerja di bidang yang menjembatani hubungan indnesia-jepang :D goodluck!!
*teks miring sekeingetnya hehe*
4. Hiroshi Mizutani (L): Pentingnya kerja keras
    dia juga bagus!! lancar. cerita tentang kerja keras dari film laskar pelangi.

.. dannnn... pilihan juri pun jatuh kepada ... MasAgus!! Omedetou!! yattaaa hehehe..

Sesudah itu, sambil break ditampilan tari bali dan tari saman. waktu break ini, daku ke ruang ganti, sholat ashar sembari `ngambil` deeja-nya Teh Santi, yang mau nari, ehh ternyata ketinggalan nari bali nya euy. Tari Saman kali ini dimeriahkan pasangan Ibu Anak yang tampil dengan 1 kali latihan saja, hebat banget deh! Teh Santi dan Aya. Kayanya foto of the day nya aku cuman bersama penari saman ini deh *thanx to teh santi*, sama ada foto serius dari pa uttank, halahhh,, kurang kamera maniak euy hari itu! :p

lagi liat tari saman, Mba Sus udah nelpon-nelpon: angkut konsumsi! akhirnya abis tari saman itu, langsung deh meluncur ke rumah Mba Sus *dan ternyata ada foto bersama dongg.. gpp deh, hehe.. juga pengumuman juara pasca tarian itu*
Ke rumah Mba Sus sama Mba Nani, dan ternyataaa,, banyak bangettt yang mesti diangkut! dannnn ternyata oh ternyata, Mba Sus ngerjain itu semua sendiri!! ya ampunnnnn meni ga bilang2 atuh.. nyiapin soto, lengkap dengan baso dan lontong, bihun udah ready, ada goreng emping *jangan2 itu juga goreng semua sendiri* ada puding cantik, ada pisang goreng, walahhh kerja 2 harian.. otsukaresamaa! alhamdulillahnya lagi, mobil mungil ku cukup bawa semua itu, ada alat2 makan juga, minuman berbotol2, dan kuah sotonya itu lohhh.. mana jalanan bener2 curam dari rumah mba sus ke Nanzan itu. alhamdulillah semua selamat :D Kanes Chan duduk di kursi akira, hihihi.. nyampe Logos, tempat jamuannya, kita nata2 soto di cawan2 untuk  -tadinya- 60 orang, tapi ternyata pada datang lebih cepat dari jadwal, dan lebih banyak yang diperkirakan, jadilah naik porsi jadi 100 porsi. Aku yang orang baru di konsumsi, jadi tau deh rasanya nyiapin konsumsi itu *padahal cuman nata doang* tap kalau orang udah pada dateng, dan kita blm siap, grogi juga, hehe.. alhamdulillah semua lancar, porsi tercukupi, dan enak bangetttt..apalagi ada sambel sotonya mba sus, mantepp banget!  maaf untuk mba sus dan bisa bantu sampe beberes dan nganter pulang, ada janji jam 6 soalnya.. oh iya, cerita di penghujung, ceritanya mau bantu sampai seledai nata aja, karena udah mepet jam 6, ehh,, pas pamit mba sus, sama Pa Moriyama dkasih 1 cawan soto, *padahal udah dibungkusin mba sus* akhirnya jadi makan dulu deh sambil mendekati pintu keluar, wenak tenannn!

Otsukaresama untuk semuanya !!

Galeri Foto LPBI dari PPI - kamera Pa Uttank:
http://www.ppij- nagoya.org/ zen/index. php?album= pidato2009

Untuk melihat betapa dahsyatnya Tari Saman klik berikut ini hasil kameraman uttankstudio. com (Pa Roni-PPI):
http://www.youtube. com/watch? v=zmn10R2gbj8
Tari Anjasmara hasil kameraman Icannya Bu Parastuti.
http://www.youtube. com/watch? v=RFI4cj9faWg
 

Minggu, 16 Agustus 2009

HUT RI ke 64 di Nagoya: 16 Agustusan

17 Agustus 2009: Salam Kemerdekaan RI ke 64!

Alhamdulillah hari minggu 16 Agustus 2009 dilaksanakan acara peringatan HUT RI ke 64, dimajukan sehari karena tanggal 17 jatuh hari senin.
17an kali ini dilaksanakan di Ruang GSID - Nagoya University,
yang bener2 menunjang dengan sound sistemnya,
karpetnya, kursi2 sofanya, meja2nya, dapurnya,
belum lagi dekornya yang mantap, dengan MC2 yang mantap2
hadiah2nya yang dibungkus lucu2 banget,
tim konsumsi yang bener2 bikin perut kenyang sampe malem,
aneka lombanya, dan semangat para hadirin
bener2 membuat 17an khidmat.

Lomba2 kali ini:
lomba pasang mata-hidung-mulut dengan mata tertutup
pasangan anak dan orang tua, mata anak ditutup, dan diarahkan oleh orang tuanya, dengan jarak 1 meter lebih di belakang anak, zahra kayanya peseta paling kecil deh, sekali pasang 4 peserta, dan yang bareng zahra yang kelas 1 sd. mereka udah selesai, zahra baru pasang 1 mata hehe,, soalnya dia takut ga boleh pegangan sama ayahnya, jadi bujuk lepas tangan aja udah lama, trus kiri-kanan-nya masih kebali,k bali, hiihiihih... jadi lucu
lomba kupas telor bapak2. baru kali ini mas endra ikutan, lumayan deh! hehe..
lomba menghias tumpeng. Ini yang paling niat dengan bawa alat tempur Pa Risa dan Pa Roni, yang muncul ajdi juara 1 dan 2 hehe,, bapak2 lain banyaknya ikut di tempat, seperti suamiku, mendadak ikutan, bermodalkan aneka masakan Ibu2 (yang banyak bangettt!!). Mas Endra pasang judul `Oh, cinta` hahaha maksa pisann tapi lumayan ko bagus jadinya.
lomba ini menggantikan lomba masak bapak2, yang tahun ini tidak bisa dilaksanakan karena tidak dimungkinkan di ruangan ini.
lomba panco bapak2, sayangnya mas endra ydah keburu pergi baito..
lomba balapan anak-ortu dengan balo di perut, ini zahra dan mamahnya, seru banget! dan zahra ketagihan tuh, jadinya sibuk lari2 pake balon udah selesai juga hehe
lomba berdiri di atas koran, ini juga anak-ortu.cuman karena ayah udah pergi, jadi zahra sm mba novi, rahma dan akira lipet koran, lombanya, mba novi dan zahra di atas koran, trus rahma lipet korannya dengan kaki mba novi haru tetep di atas koran, dilipet sekecil2nya selama 1 menit, udah kecil terus zahra digendong, hebat tuh kaki dan keseimbangan mba novi, berhasil juara 1!! horeee
lomba makan kerupuk anak2, cuman ada dikit, jadi hanya 2 putaran, alhamdulillah zahra kebagian :)

Pemenang lomba terbanyak : Pa Risa! kaya menang di hampir semua kategori deh heheh..

di sela2 juga banyak diisi dengan nyanyian, baik dari anak2, maupun dari ibu2 (baca: mba Devi dan Mba Murni, yang launching kaset lagu anak2 hehe,,)

trus ada acara potong kue juga, Ultah nya Ka Fira-nya Teh Nining-Pa Risa yang 17 agustus, dan ultahnya Teh Abi, yang bikin kue nya Teh Ayu, cantik dan enak! (Rani kl kesini bisa duet ma Fira chan nih,, :D )

sedikit kenangan .. di event ini pertama kalinya aku menyiapkan sayuran untuk urap, disuruh nyiapin toge, sayur hijau dan kol untuk 100 orang, bumbu urapnya disiapkan mba Soes. dannn.. beli toge 10 bungkus, kol 1 (disini kolnya guedeeee) sama sayur komatsu apa gitu 10 bungkus yang isi 9-10 iket. dan ternyataaa booo bersihin, dan motong2 dan rebusnya ko kaya ga abis2nya hahahah... dari jam 2 dini hari, baru selse jam 7, fiuhhhh.. cuman jadinya siangnya rada ngantuk hehe,, ga dari kemarinnya, soalnya takut keburu basi, musim panas ini makanan, apalagi sayuran ko rasanya cepeeeetttt banget basinya!!
begitu selesai rebus dan ditata di toples, ko kayanya sedikit ya untuk 100 orang, ya sayuran kan mengert banget abis direbus,, ternyataa banyak juga! kebanyakan malah hehe..soalnya makanan2 lainnya juga banyak banget! otsukaresama deh untuk diri sendiri.. ternyata,, aku teh memang sudah jadi ibu2 hehe,.


Foto courtesy of Mba Devi/Pa Uttank

Foto2 16an di galleri PPI: http://ppij-nagoya.org/Gallery/agustusan
plus di FB dari temen2 :)

Saya mah blm donload foto udah berapa bulan hehe,, hebat orang2 pada segera donlod, upload, share foto, arigatou

Minggu, 12 April 2009

Welcome Party PPI-KMI Nagoya, April 2009




Alhamdulillah, hari minggu 12 April 2009 bisa turut hadir mengikuti acara welcome party PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) - KMI (Keluarga Muslim Indonesia) Nagoya di Meijo Koen, Ceritanya mau sambil liat sakura, apa daya Sakuranya sudah mulai beterbangan digantikan dedaunan hijau.

Otsukaresamadeshita untuk acara PPI-KMI hari ini
untuk panitia yang udah kerja keras nyiapin acara hari ini,
untuk yang datang meramaikan hari ini,
makasih banget..
Singkat kata, bener2 tanoshikatta,
dengan suasana penuh keakraban..
jadi bener2 refreshing sambil silaturahmi
:)

*Foto diambil dari kamera Pa Roni, Teh Santi, dan Yulia, thanx a lot!
Foto2 banyak diupload temen2 di Facebook
dari kamera sendiri blm donlod, apalagi upload hehe..