Tampilkan postingan dengan label gempa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gempa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2011

Anak2@ Jamstec Worskhop, 10-11 March 2011

Short note @ first day , sebelum meluap :p

Hari ini, International Workshop on Subduction Zone along teh Sumatra-Java Arc, yang diadakan oleh Jamstec, berlokasi di Tokyo Univ, Atmosphere and Ocean Research Institute, di Kashiwanoha Campus. Workshop 2 hari ini kali ini.

Well workshopnya sih bukan hal aneh,, but what make different.. 
adalah karena rahma dan mas endra sama2 presentasi dan borong zahra akira in a whole day presentation!

Well lagi, bukan pertama kali nya mereka ikut seminar bareng mamah ayahnya, udah terbiasa dari kecil, tapiiii.. biasanya kl seminar besar, ada day care nya, atau salah satu masuk seminar, satunya lagi sama anak2, atau anak2 main di lobi,
baru kali ini mereka ikutan full day dalam ruangan seminar! jam 9 pagi sampe 5 sore, lanjut dinner reception.

Kami pernah iktu workshop ini 2 tahun yang lalu, saat itu di kanto Jamstec, dan hanya 1 hari.
Akira saat itu 1 th, dan Zahra 4 th, dannn sore hari diprotes orang di ruang sebelah: ribut hihi.. anak2 bertahan diemnya cuman sesi pagi aja :D abis itu main di lobi/lorong, tapi ya gitu, lari2 :D 

Begitu Sensei bilang kita akan workshop ini lagi, antara senang dan cemasss! kali ini 2 hari! dan kayanya ngga mau dapet teguran lagi deh.
Instead of mikirin presentasi, yang lebih kepikiran siasat sama anak2. bikinlah list permainan dan barang yang perlu dibawa, untuk perbekalan keantengan anak2 2 harieun.
Nge set jadwal supaya kita bisa dateng on time, dengan kondisi anak2 yang fit.
pokona mah bener2 yang kepikiran itu anak2, supaya mereka bisa tetep betah main sambil tidak bersuara :D

finally, inilah yang kami bawa:
- origami
- alat tulis, crayon, buku gambar
- zahra: seal
- akira: shinkansen kecil yg ga bersuara (ternyata tetep aja rodanya mah kl digesek bersuara, jd langsung diamankan)
- block: bawa yang box kecil yang bisa masuk tas. 
- mainan tukang2an
- 4 puzzle 
- film! ^o^ doraemon dan anpaman, lengkap dengan headset.

----*tulisan diatas ditulis pada 10 maret..tapi masih berupa draft.. baru buka MP lagi hari ini, 11 mei 2011 :p------

Hari pertama itu zahra menghasilkan banyak karya bunga origami. dipasang di batang hijaunya, lalu dibuat keranjang bunga nya. Hari itu, favorit zahra adalah seorang profesor dari perancis, prof Sibuet, yang super ramah, dan ngajak anak-anak main sulap ^^/ sore hari nya, zahra ngasih bunga kecil, yang ditaro di poket jas oleh prof Sibuet, membuat iri peserta2 lainnya ^^.
Hari pertama alhamdulillah "selamat" anak2 terkendalikan, walau sempet bikin banyak kali sesak nafas minta untuk "ststststs!" ^^

malam hari ditutup dengan party, dengan japanese menu: sashimi dan kawan-kawannya ^^.

second day.. becoming an unforgetable day, telah dituangkan di:

sejak hari itu.. aku menghilang hampir totally dari MP, bener2 bikin kangeeennn nulis!
banyak hal yang terjadi, dan moga2 sedikit2 bisa dituangkan...
bbrp tulisan, hanya sdkt saja seputar gempa, dituang di WP.
kemudian beberapa cerita bhinneka, dituang di WP Bhinneka.

Rabu, 03 Maret 2010

korban gempa

dalam 1,5 bulan terakhir, terjadi 2 gempa besar yang menelan korban ratusan jiwa. Gempa Haiti terjadi pada tanggal 12 januari 2010 dengan magnitude 7, menelan korban hingga 200.000, hampir sebanyak korban gempa mahadashyat Aceh pada 2004 dengan magnitude 9.2. Sabtu kemarin, sabtu tanggal 27 februari, terjadi gempa di chili sebesar magintude 8.8, menean korban 800 orang. Beda sekali bukan jumlahnya?Sore ini baca sebuah ulasan,

Why Haiti's quake toll higher than Chile's

(ulasan lengkap klik di judulnya)

Point utama yang menarik untukku adalah poverty.
In any case, prediction is not the real problem: poverty is.

Yang menariknya adalah kata sang penulis bukan hanya mendefinisikan poverty sebagai lack of money, tapi terutama lack of knowledge.

Poverty means that little or no evaluation is made of seismic risk in constructing buildings and no zoning takes place. It means that building codes are not written, and even if they do exist they are difficult, or impossible, to enforce. It means the choice between building robustly or building cheaply is not a choice at all.

Nevertheless, those countries most at risk of seismic tragedy are not simply those on tectonic plate boundaries, but also those with the least money to spend on protecting themselves.

Just like Indonesia.
Hidup berdampingan dengan bencana bukannya dibudidayakan lewat pendidikan, latihan, dan persiapan, tapi kadang terkesan `cuek`. `untung` ada gempa besar aceh 2004, yang cukup menjadi titik tolak pengembangan edukasi seputar hal ini.,.
selain gempa masih ada banyak bencana-bencana lainnya,, yang perlu mendapat perhatian serius:
- banjir, yang sudah langganan setiap tahunnya
- longsor yang mengintai
- bahaya sampah yang tidak terusur (untung ada pemulung)
dan masih banyakkkk lagi!

rasanya yg cukup berbudaya baru soal gunung api saja,,

dan tantangan besar kita lainnya, ada pendayagunaan yang harus low cost!
kalau semua orang peduli, pasti kita akan lebih cepat dapat membuat sistem mitigasi yang baik, low cost pula, dan di masa depan bisa menjadi sample bagi dunia.. amin..

Minggu, 26 Juli 2009

Gempa ke-4-ku di Nagoya, 2009.07.27

Selepas Mamah pulang, aktifitas rumah kembali dijalankan sendiri hehe.. bangun kesiangan, jadinya jemur baju dan nyiapin bento makan siang dilakukan sepulang nganter anak2 sekolah. Ehhh.. lagi goreng ayam, `Neng, gempa!!` kata suamiku yang lagi jemur baju. `HA???` dan abis itu bergetar deh dapur!!
langsung deh deh itu kompor dimatiin, gas ditutup, dan siap2 mau keluar rumah, siapa tau ada gempa susulannya yang lebih besar. tapi ternyata mereda sesudah itu, sebentar banget, mungkin less than 5 second, tapi kerasa banget bergetarnya.
udah mau nelp hoikuen juga, itu anak2 gimana, tapi secara mereka mah latian sebulan sekali, dan juga gempanya tidak menimbulkan apapun berjatuhan, jadi aku merasa tenang. InsyaAllah mah ga papa.  Kalo ada apa2 pasti juga hoikuen nelp :)

yang aku bingung sesudah itu, ko suamiku bisa memberikan aba2 gempa????

`Ko tau mau ada gempa??`
`tadi 2 kali`
`oooooo`

ko yang pertama mah ga kerasa yah, hehe,, parah..

Setelah cek di JMA (kaya BMG-nya Jepang), ternyata gempa tadi `hanya` bermagnitude 4 (bayangkan Aceh yang magnitudenya 9!!), lokasi gempanya di Aichi Ken (Area dimana nagoya berada), makanya kecil juga terasa.

sedikit informasi bisa klik disini.


Gambar: Lokasi gempa (mainshock yang garis silang merah, di utara Nagoya, di Aichi Ken), titik2 itu aftershocknya, yang titik hijau magnitude 3, biru magnitude 2, putih magntiude 1. Garis menunjukkan batas perfecture.

Rabu, 25 Februari 2009

Kunjungan ke Disaster Prevention Center bersama SD-Bhinneka

Hari Sabtu, 21 Februari 2009, SD-Bhinneka melakukan studi tour ke Disaster Prevention Center di Minato Kuyakusho. Saya ikut bersama anak-anak, menyusul di station Yagoto. Ibu Kepala Sekolah, Mba Soes, Pa Roni, Fira, Rila, Rizky, Jun, dan Kannes chan berangkat dari kampus menggunakan Meijo Line. Judulnya sih mewakili guru kelas Flores, tapi jadinya ngurus 2 malaikta kecilku heheh,, dan anak-anak sih udah pada ngacir sendiri, yang perempuan asik ngobrol, yang laki-laki asik main game. Ganti kereta di Kanayama, jurusan Nagoya-Ko, dan turun di Station Minato Kuyakusho, langsung disambut koen besar nan menyenangkan! Kontan anak-anak langsung pada asik bermain. Sedangkan Akira kecilku yang sudah lapar makan duluan di koen, hehe.. sehabis makan, gabung bermain.

Menjelang jam 11, kami beranjak dari koen menuju Gedung Disaster Prevention Center, sekitar 5-10 menit jalan kaki. Tempat ini bener-bener menarik untuk belajar bencana. Selain ada pengarahan, ada foto-foto, juga ada simulasi gempa, film 3D typhoon serta simulasi kebakaran. Atraksi menarik lainnya -terutama untuk anak-anak- ada mobil pemadam kebakaran mini lengkap dengan baju peraga untuk foto, serta ada helikopter.

Acara pertama, kami mengikuti simulasi gempa. Di sebuah ruangan kirkira 2.5x3 meter (?sok tau) yang didesain seperti dapur, ada meja, rak, tempat cuci piring, gas, kompor dan listrik. Kekuatan gempa disimulasikan seukuran gempa Tokai, yang diperkirakan dapat melanda wilayah Nagoya dalam rentang 30 tahun ini. Cukup menegangkan goncangannya, untungnya, meja-nya di-fix ke lantai, juga barang-barang lainnya, Yang  langsung terpikir oleh saya, `wah, barang-barang di rumah kalo gempa kaya gini akan langsung berjatuhan dan menimpa anak-anak` ya memang korban dari gempa kebanyakan dan barang-barang yang berjatuhan, kemudian bisa disusul dengan gas bocor atau kebakaran.

Maka dari itu, sehabis goncangan gempa, katanya yang harus segera dilakukan adalah:
1. Menutup saluran gas (ke kompor, dan lainnya jika ada)
2. Mematikan listrik
3. Membuka pintu
(kayanya ada yang kurang, apa ya)

Setelah simulasi gempa, kami menuju lantai 2, diberikan pengarahan mengenai gempa, typhoon dan lain2. nah, karena dalam bahasa jepang, jadi ngga terlalu ngerti heheh,,
Setelah pengarahan ini, kami menonton film 3D simulasi typhoon, menggunakan kacamata hitam khusus 3D. Ceritanya kami di rumah, lengkap desain ruangan ala jepang, beralaskan tatami, kemudian kami menghadap jendela besar, ala jepang (kl suka nonton doraemon, seperti ruang keluarga di rumahnya Nobita). Dan jendela itu kretek-kretek terkena angin, semakin lama anginnya semakin kencang, menerbangkan pintu jendela, lalu jendela pecah, dan pecahannya berasa terbang ke arah kami! dan benda-benda pun beterbangan, dan air mulai datang,, dan banjirrrrr!!! (setting lokasi dekat pesisir) wahhh ngeri deh, *tapi yang terlintas saat air datang itu, event tsunami di Aceh... merinding deh

Jadi bermimpi, di Indonesia sudah ada belum ya pengenalan bencana seperti ini,,, Kl belum ada, pengen bikin dehhh,, ayo  ayoo,, siapa yang mau ikutan bikin dan bantu dana, hehe...

Ruangan berikutnya, adalah simulasi jika terjadi kebakaran. Tapi ngga berasa kebakaran. Intinya, ruangan jadi gelappppp super gelap, mungkin karena listrik jadi mati, dan kita harus mencari jalan keluar tanpa panik. Untung rombongan ber-5, jadi ngga terlalu takut hehe..

Begitu deh ceritanya.

Foto-foto sementara dari album Pa Roni dulu ya, hehe
http://roniwaejp.multiply.com/photos/album/16/16#

Selasa, 17 Februari 2009

Gempa Pagi Hari, 2009.02.18

Pagi-pagi dikejutkan oleh guncangan kecil
"Mamah gempa!"
Jam menunjukkan hampir pukul 7 pagi

Goncangan ini merupakan goncangan gempa pertama (rasanya)
yang kami rasakan sejak kedatangan kami di Nagoya pada Oktober 2007.
Goncangan tidak sampai 1 menit, dan kami pun mengurungkan niat untuk keluar rumah karena gempa segera reda.
Mencari Informasi di JMA, Japan Meteorological Agency,
http://www.jma.go.jp/en/quake/
Ternyata gempa pagi ini berpusat di Fukui, Utara Nagoya,
bermagnitude 5.1, terjadi pukul 6.47 waktu Jepang.
Cepat juga sampai di Nagoya

Peristiwa ini mengingatkanku untuk melakukan persiapan jika terjadi gempa,
seperti:
-menyiapkan tas untuk keadaan darurat (isi baju, kartu asuransi, makanan kecil,uang, peralatan p3k seadanya)
-mematenkan rak tinggi (ada tiang khusus penahan), untuk menahan agar benda2 ngga jatuh.
Memang gempa ini banyak memakan korban akibat benda-benda yang berjatuhan.
Jadi sebaiknya mencari area terbuka, atau jika susah keluar rumah, berlindung di balik sesuatu yang kira2 dapat melindungi dari benda jatuh atau atap runtuh (misalnya bawah meja)
kenali juga area-area terbuka terdekat rumah untuk evakuasi gempa.


Segini dulu
karena buru-buru harus siap2 berangkat.

Note. Kawasan Nagoya termasuk high risk di prediksi gempa yang dibuat oleh JMA.