Rabu, 06 Juli 2011

あいさつ




Di kelas, setiap sebelum dan sesudah pelajaran dimulai, ada "Aisatsu" atau "sapaan/penghormatan" dari murid ke guru. Aisatsu dipimpin oleh 2 murid, yang tugasnya digilir.

Ucapan dalam aisatsu sebelum mulai pelajaran:
"Sekarang mau dimulai pelajaran jam ke-xx. Yoroshiku Onegai shimasu! Mohon bimbingannya!"

Ucapan aisatsu sesudah pelajaran:
"Pejaran jam ke-xx sudah selesai. Terimakasih!"

Zahra piano hari-1




Alhamdulillah mulai hari Rabu, 7 Juli 2011, Zahra mulai piano lagi, setelah vakum 3 bulan. Dapet tempat piano cabang Yamaha, privat di tetangga belakang rumah. Gurunya namanya Kanou Sensei, baiiikk banget, dan bener-bener tau anak, bikin Zahra betah ^o^
Sebelumnya Zahra piano di dekat hoikuen, di Irinaka, bersama Kak Aya. Hampir 1 tahun di situ, dan mengalami 2 guru.
Buku piano dari tempat sebelumnya dilanjutkan di tempat baru ini, dengan tambahan buku piano baru.
Rupanya di tempat baru ini, balanca antara tangan kanan dan tangan kiri (yang nyambung dengan otak kanan-otak kiri) sangat diprioritaskan, berbeda dengan di tempat sebelumnya. Kalau di tempat sebelumnya banyak memainkan lagu-lagu anak populer, sehingga Zahra bisa nanyi sambil bermain piano.
Kali ini nyanyi-nya nyanyi nada ^o^

Panjang waktunya juga berbeda, disini kami ambil program 20 menit, 1 minggu sekali. yang ternyata lebih pas dengan konsentrasi anak seusia Zahra.

お楽しみ!

Senin, 04 Juli 2011

developing - developed

developing - developed
by my sister, Hudaini Rifa on Tuesday, July 5, 2011 at 8:37am

I am living in a developing country, not a developed one. Kalimat ini selalu muncul tiap saya merasa kecewa dgn negeri ini. Mulai dari hal yang kecil kayak diasepin knalpot motor pas saya naik angkot, sampai hal yang besar kayak kasus-kasus korupsi yang muncul di TV.
 
Beberapa bulan yang lalu, saya berkesempatan untuk liburan ke Jepang. Meskipun ga bisa bahasanya, tapi saya bisa menikmati jalan-jalan sendiri karena petunjuknya jelas dan lingkungannya nyaman. Jalan-jalan bersih, ga penuh mobil, dan ga banyak polusi. Orang-orang naik bis pada tempatnya, ngantri naiknya jg rapi. Fasilitas umum kayak toilet dan taman-taman kota terawat baik. Ga ada orang yang buang sampah sembarangan. Kalau mau buang barang-barang bekas orang malah harus bayar. Kalau naik kereta, mau tasnya kebuka lebar juga ga takut kecopetan saking amannya.
 
Beda sm kalo saya jalan-jalan di Jakarta. Ya iyalah ya. Tiap napas, rasanya saya nyium bau-bauan yang beda. Sekali napas, saya nyium knalpot kendaraan yang kalau lewat ninggalin awan hitam di belakangnya. Pas napas selanjutnya, yang kecium bau pesing. Kalau lewat sungai, kecium bau sampah. Trs bau makanan dari tukang jualan makanan di pinggir jalan. Haha. Tapi sebenarnya seru juga jalan-jalan di sini. Krn selalu ada yang ngehalangin jalan, jadi jalannya harus berlika-liku. Ngehindarin genangan air, penjual makanan (lagi), dan pot-pot tanaman besar. Saya ngerti sebenernya pemerintah bermaksud baik dgn menghias jalan dengan tanaman. Tapi, potnya ga proporsional dengan lebar jalan, jadi kalo lewat pot, berasa lg tes kelangsingan.
 
Kalo naik bis, naiknya di sembarang tempat dan bisnya ga bener2 berhenti. Bahaya bgt. Kecuali busway. Thanks to lantai busway yang tinggi, jadi emang ga ada pilihan lain selain naik dari halte. Kalau jalan-jalan, ga mau banyak2 minum, krn males ke toiletnya. Buang sampah sembarangan? Ga perlu usaha besar kalau mau nyari sampah di luar tempatnya. Jalan sambil merem pun nanti bakal ada sampah yg ketendang. Kalau naik kereta, tas harus dipeluk erat2 dan diliatin sepanjang jalan kalau ga mau tiba2 tas robek dan hp dompet ilang. Hmph.
 
Mungkin emang perbandingannya terlalu jauh. Kata orang, Jepang yang kebanyakan atheis malah lebih islami daripada orang Indonesia yang mayoritas Islam. Kapan ya Indonesia bisa jadi negara maju? Katanya Indonesia negara berkembang. Developing country. Tapi kok bentuknya continuous terus ya? Kapan bakal jadi bentuk lampaunya?
Saya yakin orang Indonesia sbnrnya banyak yang pinter. Banyak yg peduli dan pengen ngubah negerinya. Tapi kayaknya masih kalah sama orang2 yg cm peduli sama koceknya. Di mana-mana, di bidang apapun, sbnrnya pasti ada mekanisme yang udah dibentuk untuk mencapai tujuannya masing2. Tapi masalahnya, mekanisme2 itu butuh dana. Dan dananya entah dipake dgn bnr atau ngga.
 
Kejujuran. Dipikir2, masalah utama kita itu adalah krisis kejujuran. Coba liat, di sekolah, mulai dari SD, SMP, sampe SMA, bahkan kuliah, nyontek udah jadi hal yang membudaya dan mengakar. Jaraaang bgt ada orang yang jujur dan ngerjain ujiannya sendiri. Dan ini berlanjut ke korupsi nantinya. Korupsi uang dan waktu terutama. Saking hebatnya, orang yang ga korupsi yang justru akan tertekan di lingkungannya. Makanya kebanyakan orang-orang yg pinter dan jujur ini lebih memilih untuk hidup di luar negeri.
 
Tapi masalahnya, kalau semua yg jujur pergi, siapa lg yang mau membangun negeri ini? Saya tinggal di Indonesia dari kecil. Saya yakin ini tanggung jawab saya. Walaupun mungkin ga banyak yang bisa saya lakukan. Saya emang orang yang biasa2 aja. Ga terlalu pinter, ga terlalu bisa memimpin. Tapi saya yakin, kalau saya bisa jadi warga yang baik, ngejalanin profesi saya dgn ttp menjaga kejujuran, saya bisa jd satu bagian kecil yang berkontribusi  pd keberhasilan Indonesia saat mjd developed country nanti.
 
Developing – developed. One day.

Chocolate Chips Cookie


Description:
Anak-anak lagi pada seneng bikin-bikin, jadinya pulang sekolah, aku coba-coba search resep Cookie untuk Zahra dan Akira bikin, dan jatuh lah pilihannya pada: Chocolate Chips Cookies. Basic bikinnya berdasarkan video di youtube: http://www.youtube.com/watch?v=XqmMZs2-3ZI, dan basic resepnya dari: http://www.makanan.us/resep-kue/choco-chocolate-chip-cookies-klasik, dengan modifikasi, tentunya ^^

Ingredients:
Setengah resep:

80 gr butter, di potong kecil-kecil
40 gr gula, hari ini aku pake gula pasir merah
105 gr tepung terigu (tadi ditambah lagi dengan tepung pancake, sktr 50 gr)
1 telur
cocoa
baking powder
baking soda
vanilla
choco chips
almond slice

Directions:
Dasar Cookie:
Butter dan gula diaduk hingga betul-betul tercampur dan lembut.
(browse di semua resep diawali seperti ini)

Lalu masukan telur. Kalau lebih dari 1, masukan satu-satu, diaduk sedikit sedikit.

Masukkan tepung yang sudah diayak sedikit demi sedikit. aduk dengan baik.

Masukkan baking powder, baking soda dan vanilla, (tadi sesuka hati hehe,, kira-kira 1 sdt, each)

Masukkan cocoa, sampe dapet warna coklat yang diinginkan ^^

Masukkan choco chips dan almond slice.

tadi karena adonan masih lengket, ditambah tepung lagi sedikit demi sedikit, hingga adonan ngga lengket.

Bentuk sesuka hati.

Panggang 180 derajat 20 menit

Selesai ^o^

Kata anak-anak dan suami, enak!


Mahler マーラー @ 66th Concert of NCO

Di Nagoya, tahun 2011 ini rupanya sedang berlangsung Festival Mahler, yang bagiku namanya masih asing  salah satu grup yang turut meramaikan dan memainkan karya Mahler ini adalah Nagoya Citizen Orchestra (NCO), dimana sejak 2008 aku langganan selalu dateng di spring concert, karena partisipasi Reiko -san di situ, dan karena aku menikmati setiap konsernya 

Kali ini, aku hanya mendapat 1 tiket gratis, jadi ngga ngajak siapa2, selain sempat mengobrol dengan Miki-san yang suka banget musik klasik, dann menontonlah aku berdua dengan Miki-san  yang musisi banget, jadinya bisa belajar ^o^

Seperti biasa, konser diadakan di Aichi Art Center Concert Hall, di kawasan Oasis Sakae. Antrian menjelangnya dibuka nya hall concert sudah terlihat ngantri hingga berbentuk sedikit ular di lantai 1. Konsernya sendiri di lantai 2. Bayangannya, jarak lantai 1 dan lantai 2 tinggi sekali, setar 2 ruas escalator, masih ditambah ruas yang menanjak. Reiko san memang memberitahu kalau konser kali ini akan padat. Specialnya lagi, kali ini konser akan berjalan tanpa istirahat. Panjangnya konser mengurungkan niatku untuk mengajak Zahra. Sebagai gantinya, Zahra dan Akira diajak renang sama Ayahnya, di kala Mamahnya boleh nonton konser (arigatouu ayah)

Konser dibuka dengan Die Zauberflote Ouverture karya Mozart. Lalu dilanjutkan dengan Mahler Symphonie No.6, yang terdiri dari 4 bagian:
1. Allegro energico, ma non troppo Heftig, aber markig
2. Scherzo Wuchtig
3. Andante Moderato
4. Finale Allegro Moderato

Kali ini, aku melihat begitu banyak instrument musik! (dibandingkan konser NCO tahun-tahun sebelumnya), terutama di tambahan alat perkusinya. Seperti biasa ada alat2 gesek seperti Biola dan Violin (dalam bahasa indonesia sama atau beda ya? dalam bahasan jepang dibedakan), celo dsb, lalu alt tiup seperti klarinet, flute, trombone, dsb. Lalu ada 2 harpa, 1 piano/organ. Paling unikk, ada hamer! juga ada alat semacam sapu lidi. Yang ternyata merupakan kekhasan karya Mahler.

Jadi,, siapa kah Mahler?
Menurut Wikipedia, Gustav Mahler adalah musisi dari Austria di akhir abad 18, menjadi komposer dan juga salah satu konduktor terkemuka. Lengkapnya bisa dibaca langsung di Wiki, karena ngga bisa copas ke MP ini :)

Favoritku jatuh di Finale Allegro, mungkin karena semua alat musik terdenger begitu berharmoni. Ditambah kehadiran alat baru seperti hammer, yang dipukul 2 kali, benar-benar jadi ikut deg-degan, karena si pemegang memegang gagangnya di ujung, dan aku membayangkan saat jatuhnya hammer besar itu, mesti lah bertepatan waktunya! 
Lalu suara dari sejenis sapu lidi (ルーテ) bisa begitu berharmoni dengan alat-alat musik modern ini, padahal bunyinya persis seperti kalau kita memukul-mukulkan sapu lidi ke kasur. 
Kemudian ada juga bunyi dari sejenis bell, dalam bahasa katakananya カウベル。

Suara harpa yang seperti gemericik air juga begitu enak didengar. Aku baru menyadari juga kalau suara harpa di bagian bawah atau bagian yang terjauh, tidak "seindah" suara harpa dekat si pemegangnya :) 

Ternyata alat-alat yang ngga diduga, yang hadir dalam keseharian kita, namun ngga terbayangkan hadir dalam sebuah orkestra, bisa berharmoni dengan indah dengan alat musik lainnya. Kehadiran 3 alat perkusi ini yang membuat symphony menjadi begitu unik. Suara hammer yang dihentakkan bisa lebih keras dan tegas dibandingkan hentakan stik pada drum. 

Bagi yang ingin ikut menikmati, Symphoni no 6 Mahler yang dimainkan oleh Vienna Philharmonic disiarkan di youtube:


Catatan bagi yang mau nonton konser disini: ternyata ngga ada vending machine di gedung, pun begitu di Oasis. jadi harus masuk ke toko :) 
Plus.. kalau udah tau ngga ada rehat, recomended untuk makan siang dulu, biar perut ngga ikut bunyi bersama alunan musiknya ^o^

Selesai konser, nunggu Reiko san keluar sekitar setengah jam. pemain langsung ganti baju habis main. Panas dan keringetan dari lampu sorot, cape berbalur puas dan lega, apalagi tepuk tangan penonton lamaa sekali, mungkin 5 menit lebih, rasanya lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya.
Ketemu Ibu reiko san, juga putri kecilnya, Tomoko chan.

Penutupnya, makan cake bersama Miki san. 
楽しかったです!